Dua Suku Berbeda Pulau Jawa, Bagaimana Sejarah Jawa dan Sunda Terpisah?
- Youtube
Cianjur – Pulau Jawa menjadi rumah bagi lebih dari 140 juta orang dari berbagai suku. Dua suku terbesar yaitu Jawa dan Sunda memiliki sejarah dan budaya yang sangat berbeda.
Suku Jawa dikenal sebagai pengikut budaya besar yang berkembang sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno dan Majapahit.
Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Nusantara. Kebudayaan Jawa berkembang pesat dengan sistem pemerintahan yang kompleks.
Sementara itu, suku Sunda di barat Pulau Jawa juga memiliki sejarah panjang. Kerajaan Tarumanegara yang berkuasa sekitar abad ke-5 hingga ke-7 Masehi merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia.
Informasi detail tentang perbedaan suku Jawa dan Sunda di Pulau Jawa ini diringkas langsung dari channel YouTube Invoice Indonesia.
Faktor geografis memainkan peran penting dalam membentuk perbedaan antara suku Sunda dan suku Jawa.
Pulau Jawa dibagi oleh dua rangkaian pegunungan besar yang membentang dari barat ke timur. Ini menciptakan pembagian alami antara wilayah Sunda di barat dan Jawa di tengah serta timur.
Perbedaan Mencolok Kedua Suku
1. Bahasa dan Aksara
Bahasa Jawa memiliki dialek yang tersebar dengan tingkat kehalusan yang kompleks. Bahasa Sunda juga punya dialek khas dengan logat dan kosakata yang berbeda.
2. Sistem Sosial
Kerajaan Mataram dan Majapahit menciptakan masyarakat Jawa yang lebih terstruktur dengan sistem kasta yang jelas. Masyarakat Sunda cenderung lebih egaliter dengan hubungan yang lebih terbuka.
3. Budaya dan Seni
Sunda dikenal dengan tari Jaipong yang menggambarkan dinamika dan kebebasan. Jawa dikenal dengan seni wayang kulit yang lebih terstruktur dan simbolik.
Kedua suku besar di Pulau Jawa ini tetap saling melengkapi dalam keberagaman Indonesia. Perbedaan geografis, sejarah, dan budaya justru memperkaya khazanah bangsa. (af)