Lebih Dekat ke Filipina, Ini Alasan Kenapa Pulau Miangas Jadi Milik Indonesia
- Youtube
Cianjur – Pulau Miangas adalah salah satu pulau terluar Indonesia yang letaknya sangat strategis. Pulau ini lebih dekat ke Filipina dengan jarak hanya 126 km dari Kota Davao.
Meski lebih dekat ke Filipina, Pulau Miangas tetap menjadi milik Indonesia berdasarkan keputusan internasional. Jaraknya ke Manado sekitar 521 km, jauh lebih jauh dibanding ke Filipina.
Informasi tentang Pulau Miangas ini diringkas dari channel YouTube Daftar Populer. Pulau terluar Indonesia ini memiliki sejarah sengketa yang menarik dengan negara tetangga.
Sejarah Sengketa Internasional
Pada tahun 1932, Pulau Miangas diperebutkan oleh dua negara besar yaitu Amerika Serikat dan Belanda. Saat itu Amerika menguasai Filipina sedangkan Belanda menguasai Indonesia.
Meski nilai ekonomi pulau ini rendah, lokasinya sangat strategis sebagai pos lintas batas. Berdasarkan putusan pengadilan arbitrase, Pulau Miangas resmi masuk wilayah Indonesia.
Kondisi Geografis dan Penduduk
Pulau Miangas terletak di tepi Samudra Pasifik sehingga sering terisolasi saat gelombang tinggi. Kapal-kapal sulit mendekat ke pulau ketika cuaca buruk.
Menurut sensus 2010, populasi pulau ini adalah 728 orang. Penduduk berbahasa Indonesia dan Bisaya, tapi generasi tua juga berbicara bahasa Tagalog.
Akses dan Transportasi
Sejak 12 Maret 2017, Wings Air melayani penerbangan dari Manado ke Pulau Miangas. Penerbangan ini dilakukan seminggu sekali setiap hari Minggu.
Sebelumnya, akses ke pulau ini sangat terbatas dan sulit. Bandara Miangas kini menjadi pintu masuk utama untuk mencapai pulau terluar Indonesia ini.
Status Sengketa Saat Ini
Pulau Miangas kembali menjadi rebutan tiga negara yaitu Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Ketiga negara saling mengklaim kepemilikan pulau strategis ini.
Kabarnya mata uang peso masih digunakan di pulau ini karena kedekatan geografis dengan Filipina. Namun secara administratif, pulau ini tetap bagian dari Sulawesi Utara.
Pulau Miangas membuktikan bahwa kedekatan geografis tidak selalu menentukan kedaulatan. Keputusan internasional dan sejarah hukum yang menentukan kepemilikan pulau terluar Indonesia ini.