Gaza Disebut Penjara Terbuka Terbesar? Fakta Mencengangkan yang Jarang Diungkap
- Youtube
Cianjur – Gaza sering disebut sebagai penjara terbuka terbesar di dunia karena blokade ketat yang diberlakukan selama bertahun-tahun. Fakta tentang Gaza ini jarang diungkap dalam sejarah.
Gaza memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan penting selama berabad-abad. Wilayah seluas 365 km² ini kini menjadi salah satu daerah terpadat di dunia dengan kepadatan sekitar 6.300 orang per km².
Informasi tentang Gaza ini diringkas dari channel YouTube Daftar Populer. Kondisi Gaza yang penuh konflik saat ini tak terlepas dari Deklarasi Balfour yang dibuat tahun 1917.
Berikut beberapa fakta sejarah Gaza yang kerap disebut sebagai penjara terbuka karena adanya blokade dan banyak konflik.
1. Blokade Ketat Sejak 2007
Israel dan Mesir menerapkan blokade ketat terhadap Gaza sejak 2007. Pembatasan ini mencakup pergerakan barang dan orang yang masuk maupun keluar dari Gaza.
Hanya ada tiga penyeberangan untuk akses Gaza, dua dikuasai Israel dan satu oleh Mesir. Human Rights Watch menyebut Israel mengubah Gaza menjadi penjara terbuka akibat blokade ini.
2. Krisis Kemanusiaan yang Parah
Sekitar 80% penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan internasional. Tingkat pengangguran mencapai 40%, salah satu tertinggi di dunia.
Pemadaman listrik terjadi hampir 12 jam sehari selama bertahun-tahun. Gaza idealnya membutuhkan 500 MW listrik per hari, tapi hanya menerima 120 MW dari Israel.
3. Krisis Air dan Pangan
Israel secara ilegal mengontrol sumber daya air Palestina sejak Perang 6 Hari. Hal ini melanggar perjanjian Oslo yang mengakui hak warga Palestina atas air.
Masyarakat Gaza beralih ke air asin dan tidak diolah karena keterbatasan pasokan. Sebagian besar lahan pertanian hilang karena keterbatasan air dan pembatasan distribusi produk.
Fakta sejarah ini menunjukkan betapa beratnya kondisi hidup di Gaza. Blokade dan pembatasan yang berlangsung puluhan tahun telah menciptakan konflik kemanusiaan berkepanjangan.