Iran Bisa Produksi Uranium Lagi dalam Hitungan Bulan, Benarkah Serangan Israel Gagal Total?

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • Pinterest

Cianjur – Dunia internasional kembali dihebohkan dengan pernyataan mengejutkan dari kepala badan pengawas nuklir PBB. Meski Iran baru saja diserang besar-besaran, ternyata kemampuan nuklir mereka belum hancur.

img_title Deretan Jet Tempur Legendaris Iran yang Masih Terbang Hingga Kini, Ada yang dari Amerika!

Informasi terbaru ini dilansir dari Aljazeera yang mengutip wawancara eksklusif dengan Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA (International Atomic Energy Agency). Pernyataannya cukup mengagetkan banyak pihak.

Serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel memang menargetkan fasilitas nuklir Iran. Namun dampaknya ternyata tidak semasif yang dibayangkan sebelumnya.

img_title Teknologi Rudal Burevestnik Bertenaga Nuklir Rusia Bikin Dunia Tercengang!

Fasilitas Nuklir Iran Masih Berfungsi

Rafael Grossi menjelaskan kepada CBS News bahwa meski fasilitas-fasilitas penting telah diserang, beberapa di antaranya "masih berdiri tegak". Kondisi ini membuat Iran masih memiliki kemampuan untuk kembali memproduksi uranium.

img_title Beginilah Ketatnya Cara Sebuah Negara Memindahkan Nuklir Mereka, Lebih Ketat dari Presiden!

"Mereka bisa memiliki, dalam hitungan bulan, saya akan bilang, beberapa rangkaian sentrifugal yang berputar dan memproduksi uranium yang diperkaya," ungkap Grossi seperti dikutip langsung dari wawancaranya.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, proses pemulihan ini bahkan bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan. Grossi menekankan keprihatinannya terhadap stok uranium Iran yang sudah diperkaya hingga 60 persen.

Stok Uranium 60 Persen Masih Jadi Misteri

Tingkat pengayaan 60 persen ini sangat dekat dengan tingkat senjata yang membutuhkan 90 persen. Menurut perhitungan teoritis, stok yang ada bisa menghasilkan lebih dari sembilan bom nuklir jika dimurnikan lebih lanjut.

Masalahnya, IAEA tidak tahu apakah stok uranium ini dipindahkan sebelum pemboman atau sebagian hancur dalam serangan.

Serangan Israel dimulai pada 13 Juni dengan menyasar situs nuklir dan militer Iran. Israel mengklaim serangan ini dirancang untuk mencegah Iran membangun senjata nuklir, tuduhan yang selalu dibantah Tehran.

Korban Sipil dan Dampak Serangan

Amerika Serikat bergabung dalam serangan beberapa hari kemudian, menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.

Dampaknya tidak main-main, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan setidaknya 627 kematian sipil di seluruh negeri selama serangan 12 hari tersebut.

Sebagai balasan, Iran juga meluncurkan serangan yang menewaskan 28 orang di Israel menurut otoritas Israel.

Salah satu serangan Israel yang paling kontroversial adalah pengeboman Penjara Evin di Tehran pada 23 Juni yang menewaskan 71 orang.

Halaman Selanjutnya
img_title