Menjelajahi Kuliner Legendaris Tasikmalaya, Jajanan Khas yang Melegenda Sejak '60-an!

Kuliner Tasikmalaya
Sumber :
  • Pinterest.com

Cianjur – Hai, para pencinta kuliner! Saat lagi jalan-jalan ke Kota Tasikmalaya, jangan cuma cari tempat-tempat hits aja, tapi coba deh jelajahi kuliner legendaris yang udah ada sejak lama

img_title Nikmati Bali Tanpa Ribet : 10 Destinasi Populer yang Cocok dengan Sewa Mobil
 

Ada banyak banget jajanan khas yang bisa kamu coba di Tasik, mulai dari yang jadul sampai yang kekinian. Tapi kali ini, kita bakal bahas lima kuliner melegenda yang udah jadi favorit sejak tahun 1960-an. 

img_title 5 Destinasi Wisata Malam Paling Happening di Indonesia, Wajib Coba!
 

Kelima kuliner ini punya ceritanya masing-masing dan masih setia dengan cita rasa otentik. Jadi, jangan heran kalau rasanya bikin nostalgia.

img_title 5 Destinasi Kota Asia yang Super Fotogenik, Wajib Masuk Feed Instagram!
 

Yuk, kita kulik satu per satu, kuliner apa aja sih yang bikin Kota Tasikmalaya makin istimewa? Siap-siap ngiler, ya!

1. Bubur Ayam Jainal, Seporsi Bubur Termahal di Kota Tasikmalaya

 

Bubur Ayam Jainal adalah salah satu kuliner legendaris di Tasikmalaya. Pemiliknya, Zainal Rosadi, merintis usaha ini sejak awal 1960-an setelah belajar berjualan bubur di Jakarta. Awalnya, ia berjualan keliling, lalu mangkal di Jalan Dokter Soekardjo.

 

Bubur ini terkenal banget dan punya banyak pelanggan setia. Bahkan saking ramainya, Pak Zainal akhirnya jualan dari rumahnya di Jalan Kalektoran sampai sekarang.

Meskipun harganya Rp35.000 per porsi—termahal dibanding bubur lain yang rata-rata di bawah Rp20.000—rasanya tetap jadi favorit.

2. Kupat Tahu Esa, Hidangan Unik yang Bikin Ketagihan

 

Kupat Tahu Esa adalah kuliner khas Tasikmalaya yang udah ada sejak tahun 1960-an. Awalnya, mereka jualan di gang kecil, tapi sekarang udah punya tempat permanen di kawasan Empangsari. Kupat Tahu Esa dijalankan oleh generasi kedua dan bisa menghabiskan 150 porsi dalam sehari kalau lagi ramai.

Harga satu porsinya Rp17.000, lho. Pelanggannya nggak cuma dari Tasik, tapi banyak juga yang datang dari luar kota.

3. Soto Ayam Pataruman, Ciri Khas Telur Muda yang Bikin Beda

 

Kalau kamu warga Tasikmalaya, pasti udah nggak asing lagi sama soto ayam legendaris ini. Soto Ayam Pataruman dirintis oleh Hajah Sarah sejak tahun 1960-an. Sekarang, usahanya diteruskan oleh generasi kedua.

 

Ciri khas soto ini adalah penggunaan ayam kampung dan topping telur muda. Sampai sekarang, topping unik ini masih dipertahankan. Dengan harga Rp33.000 per porsi, soto ini bisa laku sampai 100 porsi sehari kalau lagi ramai.

Halaman Selanjutnya
img_title