Memalukan! Tempat Wisata dan Bersejarah Ini Dirusak Oleh Wisatawan Tidak Bertanggung Jawab!
- id.pinterest.com
Cianjur – Traveling memang menyenangkan, tapi beberapa turis nakal justru membuat malu negaranya sendiri.
Berbagai kasus vandalisme wisata di seluruh dunia menunjukkan betapa tidak bertanggung jawabnya sebagian wisatawan.
Belasan destinasi bersejarah telah menjadi korban keegoisan wisatawan yang tidak menghargai warisan budaya.
Dari pohon berusia ribuan tahun hingga situs UNESCO, semuanya tidak luput dari tangan jahil wisatawan.
Dampaknya tidak hanya finansial, tapi juga kerugian budaya yang tidak ternilai.
Mari kita lihat kasus-kasus paling mengejutkan yang pernah terjadi.
Pohon Sycamore Gap Inggris Ditebang Brutal
Pada tahun 2023, pohon bersejarah Sycamore Gap di Inggris ditebang secara brutal.
Dua pria didakwa atas perusakan yang membuat dunia geram. Diperkirakan tunggulnya membutuhkan 200 tahun untuk tumbuh kembali seperti semula.
Graffiti Merusak Gerbang Kuno Thailand
Gerbang Taav Chiang Mai di Thailand menjadi korban vandalisme pada 2018.
Seorang turis Liverpool menulis graffiti di gerbang kuno tersebut.
Ia dijatuhi hukuman dua tahun masa percobaan dan denda yang tidak sedikit.
Kuil Meiji Jingu Diukir Turis Amerika
Kasus serupa terjadi di Kuil Meiji Jingu, Jepang pada 2024. Seorang turis Amerika nekat mengukir inisialnya di pilar kuil suci.
Rekaman CCTV membuktikan perbuatannya dan ia pun ditangkap polisi setempat.
Batu Hoodoos Utah Dijatuhkan Sekelompok Pria
Sekelompok pria merekam aksi mereka menjatuhkan batu hudu di Goblin Valley, Utah pada 2013.
Video viral mereka justru menjadi barang bukti di pengadilan. Mereka dijatuhi hukuman percobaan dan denda karena merusak formasi batuan alami.
Pohon Berusia 3500 Tahun Terbakar karena Narkoba
The Senador de Florida, pohon berusia 3.500 tahun, terbakar pada 2012.
Penyebabnya adalah seorang wanita yang menyalakan api untuk mengonsumsi zat terlarang.
Tragedi ini menghancurkan warisan alam yang tidak tergantikan.
Pencurian Tanda Ikonik Auschwitz
Museum Auschwitz-Birkenau di Polandia kehilangan tanda terkenal "Arbeit macht frei" pada 2009.
Ekstremis sayap kanan mencurinya dan pelaku dijatuhi hukuman penjara. Tanda ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting.
Turis Finlandia Mencuri Telinga Moai
Pulau Paskah tidak luput dari vandalisme ketika turis Finlandia mencuri bagian telinga patung Moai pada 2008.