Deretan Jajanan Unik yang Dilarang di Indonesia, Nomor 3 Sempat Viral Banget!
- pinterest.com
Cianjur – Deretan jajanan baru memang selalu berhasil menarik perhatian banyak orang. Apalagi kalau jajanan itu viral di media sosial dan tampak menggoda buat dicoba.
Di Indonesia, jajanan unik sering jadi tren yang cepat menyebar. Tidak sedikit yang rela antre demi nyobain jajanan viral yang lagi naik daun.
Tapi tidak semua jajanan unik itu aman buat dimakan. Beberapa bahkan termasuk jajanan berbahaya dan akhirnya dilarang di Indonesia.
Daripada cuma ikut-ikutan tren, mending tahu dulu fakta di balik jajanan unik yang viral. Karena deretan jajanan ini bisa berdampak buruk kalau nggak hati-hati.
1. Latio Pedas
Latio pedas ini asalnya dari Cina. Bentuknya kayak keripik tapi rasanya super pedas sampai bikin mulut terbakar. Banyak yang tantang-tantangan makan ini di TikTok.
Tapi ternyata, jajanan ini mengandung bakteri berbahaya. Bakterinya bisa nyebabin gangguan pencernaan, mual, bahkan keracunan. Nggak heran kalau langsung dilarang beredar.
Karena proses pembuatannya nggak higienis, bakteri jahatnya tetap nempel walau udah dikemas. Makanya, jangan tertipu rasa pedas yang nagih ya.
2. Lukas Candy
Permen ini tampilannya lucu dan warna-warni. Sekilas nggak keliatan berbahaya, malah kelihatan kayak jajanan anak-anak biasa. Tapi ternyata, ada racun tersembunyi di dalamnya.
Lukas Candy mengandung timbal. Zat kimia berbahaya ini bisa nyerang saraf otak dan bikin gangguan perkembangan, terutama buat anak kecil.
Kalau dikonsumsi terus-menerus, efeknya bisa panjang. Dari gangguan belajar sampai masalah pada organ dalam. Pemerintah langsung tarik produk ini dari peredaran.
3. Chikibul
Nah ini yang paling viral di masanya. Chikibul dikenal karena bisa ngeluarin asap kayak magic. Begitu dimakan, mulut kayak ngebul, efeknya keren banget buat konten.
Tapi asap itu ternyata berasal dari nitrogen cair. Zat ini bisa bikin luka bakar dingin di mulut dan lidah kalau nggak hati-hati.
Beberapa kasus bahkan sampai bikin luka serius dan harus ditangani medis. Makanya jajanan ini nggak boleh dijual lagi di Indonesia.
Jadi, walaupun jajanan unik itu bikin penasaran, tetap penting buat tahu isi di baliknya. Jangan sampai karena ikut tren malah kena bahaya.