5 Drone Militer Terbesar Asia Tenggara 2025, Indonesia Juaranya!

Drone Militer Terbesar Asia Tenggara
Sumber :
  • YouTube

Cianjur – Teknologi drone militer berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara tahun 2025. Beberapa negara berlomba mengakuisisi drone berukuran besar dengan kemampuan tempur canggih.

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Indonesia jadi pemain terdepan dalam perlombaan drone militer di kawasan ini. Negara kepulauan ini mengakuisisi berbagai jenis drone dari Turki dan China untuk pertahanan.

Ukuran drone menentukan kemampuan muatan dan daya tahan terbang. Drone besar bisa membawa lebih banyak senjata dan bertahan lebih lama di udara.

img_title Rusia Tekan Guliepol Ukraina Lambat Tapi Pasti, Bukan Ofensif Kilat Spektakuler!

Pertama, Bayraktar Akinci milik Indonesia. 

Drone tempur HALE (High Altitude Long Endurance) ini jadi yang terbesar di Asia Tenggara. Akinci punya panjang 12,2 meter dengan bentang sayap 20 meter yang luar biasa.

img_title Rusia Kuasai Gerasimovka Tanpa Ofensif Besar, Strategi Erosi Pelahan Ukraina!

Indonesia memesan 9 unit Akinci saat kunjungan Presiden Erdogan Februari 2024. Drone ini akan dioperasikan TNI Angkatan Udara untuk berbagai misi strategis.

Akinci mampu terbang 25 jam dengan kecepatan maksimum 361 km/jam. Muatan mencapai 1.300 kg untuk berbagai senjata dari bom pintar hingga rudal udara ke udara.

Kedua, TAI Anka S buatan Turki. 

Indonesia dan Malaysia sama-sama menunggu kedatangan drone MALE ini tahun 2025. Indonesia memesan 12 unit dengan 6 unit dirakit PT Dirgantara Indonesia melalui transfer teknologi.

Anka S punya panjang 8,6 meter dengan bentang sayap 17,5 meter. Drone ini dilengkapi komunikasi satelit untuk operasi jarak jauh tanpa batasan line of sight.

Ketiga, CH-4 dari China.

Myanmar dan Indonesia mengoperasikan drone tempur asal China ini untuk berbagai misi. TNI AU punya setidaknya 6 unit CH-4 yang aktif berpatroli.

CH-4 mampu terbang hingga ketinggian 14.440 meter dengan kecepatan 435 km/jam. Enam cantelan senjatanya bisa membawa rudal AR-2 dan bom berpemandu laser FT-9.

Keempat, IAI Heron milik Singapura dan Vietnam. 

Singapura mengoperasikan 2 unit drone pengintai canggih asal Israel ini sejak 2017. Vietnam memesan 3 unit pada 2018 untuk patroli maritim.

Heron bukan drone tempur tapi fokus pengintaian dengan daya tahan 52 jam. Bentang sayapnya mencapai 16,6 meter dengan sensor elektro-optik dan inframerah canggih.

Kelima, Bayraktar TB3 untuk Indonesia. 

Indonesia jadi negara pertama di dunia yang mengakuisisi 60 unit TB3 selain Turki. Drone ini unik karena bisa beroperasi dari kapal induk dengan dimensi panjang 8,35 meter.

Halaman Selanjutnya
img_title