5 Pesawat Anti Gerilya Paling Mematikan di Asia Tenggara, TNI Punya!

Pesawat Anti Gerilya
Sumber :
  • YouTube

CianjurPesawat kontra pemberontakan atau anti gerilya punya peran vital dalam operasi militer modern. Pesawat jenis ini dirancang khusus untuk pertempuran intensitas rendah dan dukungan pasukan darat.

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Berbeda dengan jet tempur biasa, pesawat anti gerilya harus punya daya tahan lama. Mereka juga harus mudah dirawat dan bisa beroperasi dari landasan sederhana.

Pesawat kontra pemberontakan atau anti gerilya tidak butuh kecepatan super tinggi. Yang penting adalah kemampuan terbang lama dan membawa banyak persenjataan beragam.

img_title Jet Intai SR-71 Blackbird Legendaris Amerika Serikat yang Mampu Terbang Lebih Cepat dari Rudal Musuh

Berikut lima pesawat anti gerilya paling mematikan di asia tenggara.

Pertama, A-29 Super Tucano milik Indonesia dan Filipina. 

img_title Rusia Kuasai Gerasimovka Tanpa Ofensif Besar, Strategi Erosi Pelahan Ukraina!

TNI AU mengoperasikan 13 unit Super Tucano yang diterima bertahap sejak 2012. Filipina punya 6 unit yang diterima Oktober 2020 lalu.

Super Tucano dilengkapi sistem navigasi GPS, laser, dan radar altimeter canggih. Pesawat ini bisa terbang hingga 8 jam lebih dengan jarak tempuh 1.330 km.

Persenjataannya sangat lengkap dengan lima cantelan berkapasitas 1.550 kg. Super Tucano bisa membawa roket, rudal Maverick, bom berpemandu, dan dua senapan mesin internal.

Kedua, AT-6E Wolverine yang baru dimiliki Thailand. 

Thailand memesan 8 unit AT-6E Wolverine senilai 143 juta dollar di Dubai Air Show 2021. Dua unit pertama sudah tiba di Chiang Mai baru-baru ini.

Wolverine punya cockpit kaca dengan teknologi head-up display modern. Pesawat ini mampu terbang sejauh 3.195 km dengan kecepatan 820 km/jam.

Ketiga, OV-10 Bronco yang masih dipakai Filipina. 

Angkatan Udara Filipina masih mengoperasikan 7 unit OV-10 Bronco untuk misi kontra insurgensi. Pesawat ini aktif dalam operasi melawan kelompok Maute di Marawi tahun 2017.

OV-10 dilengkapi canon 20mm atau empat senapan mesin M60C. Tujuh hard points-nya bisa membawa bom 227 kg dan rudal Sidewinder.

Keempat, A-37 Dragonfly yang dulu dipakai Vietnam dan Thailand. 

Pesawat kecil ini punya delapan cantelan dengan kapasitas 890 kg persenjataan. A-37 dilengkapi minigun 7,62mm dan bisa membawa berbagai jenis bom.

Meski sudah dipensiunkan di Asia Tenggara, A-37 masih aktif di Amerika Latin. Pesawat ini terbukti efektif dalam operasi kontra pemberontakan selama puluhan tahun.

Halaman Selanjutnya
img_title