4 Negara dengan Kapal Korvet Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Satu!

Kapal Korvet Terbanyak di Asia Tenggara
Sumber :
  • YouTube

CianjurKapal korvet menjadi primadona dalam persaingan kekuatan laut Asia Tenggara. Populasi kapal jenis ini sangat tinggi di kawasan strategis ini.

img_title Daftar Gaji Prajurit TNI Indonesia Dibanding Tentara Negara Lain di Dunia

Bahkan salah satu negara masuk lima besar dunia untuk kepemilikan kapal korvet. Fakta ini menunjukkan keseriusan negara-negara kawasan dalam pertahanan maritim.

Kapal korvet memiliki ukuran lebih kecil dari fregat namun tetap mematikan. Cocok untuk patroli pesisir dan operasi pertahanan wilayah laut dangkal.

Indonesia ternyata memimpin dengan jumlah kapal korvet paling fantastis di kawasan. Berikut 4 daftar negara dengan kapal kovet terbanyak di Asia Tenggara. Informasi ini dilansir dari Kanal YouTube SEA5.

1. Indonesia: 27 Unit

TNI Angkatan Laut memiliki 27 unit kapal korvet dari berbagai kelas. Jumlah ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga dunia setelah China.

Kapal tertua adalah 3 unit kelas Fatahilah yang bertugas sejak 1979. Dilengkapi meriam Bofors 120mm terbesar di lingkup TNI AL.

14 unit kelas Kapitan Pattimura atau Parchim dibeli dari Jerman Timur. Kapal anti kapal selam ini masih aktif sejak awal 1990-an.

4 unit kelas Diponegoro buatan Belanda menjadi tulang punggung sejak 2007. Dilengkapi sistem tempur modern dan radar canggih untuk berbagai misi.

2. Malaysia: 9 Unit 

Malaysia memiliki 9 unit kapal korvet dari tiga kelas berbeda. 6 unit sudah aktif beroperasi sementara 3 masih dalam pemesanan.

2 unit kelas Kasturi buatan Jerman bertugas sejak 1984 yang cukup tua. Keduanya menjalani program perpanjangan usia dengan upgrade sistem radar.

4 unit kelas Laksamana dari Italia aktif sejak 1997 dengan senjata canggih. Dilengkapi canon reaksi cepat Dardo untuk pertahanan jarak dekat.

3 unit kelas Ada atau Littoral Mission Ship Batch 2 masih dipesan. Berbobot 2.400 ton dengan rudal Atmaca dan Ksam, pengiriman dijadwalkan akhir 2027.

3. Singapura : 6 Unit

Singapura mengoperasikan 6 unit kapal korvet kelas Victory sejak era 1990-an. Buatan Jerman dengan upgrade teknologi selama 30 tahun beroperasi.

RSS Victory dan lima kapal lainnya sangat mematikan dengan persenjataan lengkap. Dilengkapi rudal Harpoon, Barak, dan 16 sel VLS untuk pertahanan udara.

Keenam kapal ini akan diganti Multi-Role Combat Vessel yang lebih besar. Kapal baru berbobot lebih dari 5.000 ton menunjukkan komitmen modernisasi Singapura.

4. Thailand : 5 Unit

Thailand memiliki 5 unit kapal korvet yang sudah cukup tua tapi masih aktif. Kelas Tapi, Kamronsin, dan Rattanakosin bertugas sejak 1970-1990an dengan persenjataan memadai.

Kapal korvet terbanyak di Asia Tenggara dimiliki Indonesia dengan 27 unit aktif. Jumlah ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga dunia untuk armada korvet. Vietnam dengan 16 unit dan Malaysia dengan 9 unit menyusul di belakang. Singapura dan Thailand masing-masing memiliki 6 dan 5 unit untuk patroli maritim.