Kenapa Otak Kita Masih Merasa Lapar Padahal Baru Saja Makan Banyak?
- Youtube
Cianjur – Pernahkah kamu merasa lapar lagi padahal baru saja makan dalam porsi yang cukup banyak? Kondisi ini sebenarnya bukan hanya soal nafsu makan yang besar, tapi ada masalah komunikasi di dalam tubuh.
Tubuh manusia punya sistem yang mengatur rasa lapar dan kenyang melalui hormon leptin yang dikirim ke otak. Saat sistem ini bekerja normal, kita akan merasa kenyang setelah makan dan berhenti mengonsumsi makanan secara otomatis.
Dirangkum dari channel YouTube Dolewak yang tayang pada tahun 2024, proses rasa lapar dan kenyang melibatkan komunikasi antara lambung, sel lemak, dan otak. Sel lemak mengirim hormon leptin ke otak untuk memberitahu bahwa tubuh sudah mendapat nutrisi cukup dan saatnya berhenti makan.
Namun ada kondisi yang disebut resistensi leptin yang membuat otak tidak mendeteksi sinyal kenyang dari tubuh. Akibatnya, seseorang terus makan meski kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi dan berisiko mengalami obesitas berbahaya bagi kesehatan.
Cara Kerja Hormon Lapar dan Kenyang
Saat tubuh membutuhkan nutrisi, lambung mengirim hormon ghrelin ke otak untuk menciptakan sinyal lapar. Otak kemudian membuat kita merasa lapar dan mencari makanan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh.
Setelah makan, nutrisi diserap oleh usus dan sel lemak mengirim hormon leptin ke otak sebagai sinyal kenyang. Ketika kadar hormon leptin naik, otak akan membuat kita merasa kenyang dan berhenti makan secara alami.
Penyebab Resistensi Leptin
Masalah muncul ketika seseorang terlalu sering makan dan minum makanan manis yang tinggi gula. Glukosa atau gula darah menumpuk banyak di pembuluh darah dan membuat hormon insulin kewalahan mengirimnya ke sel.
Penumpukan gula darah ini mengganggu pengiriman hormon leptin dari sel lemak ke otak melalui pembuluh darah. Otak tidak mendeteksi kenaikan kadar hormon leptin meski sel lemak terus mengirimnya dalam jumlah banyak.
Kondisi ini disebut resistensi leptin yang membuat otak tidak menciptakan rasa kenyang meski nutrisi sudah cukup. Akibatnya, seseorang terus makan berlebihan dan berisiko mengalami obesitas karena kalori yang masuk tidak terkontrol dengan baik.