Tempe Goreng Bisa Jadi Pilihan Lauk Penderita Diabetes? Ini Penjelasan Dokter!

Ilustrasi Tempe Goreng
Sumber :
  • id.pinterest.com

Cianjur – Banyak penderita diabetes bingung boleh atau tidak makan tempe goreng. Keraguan ini wajar karena gorengan umumnya tinggi kalori dan lemak. Tempe goreng sering dihindari padahal kandungan nutrisinya berbeda dengan gorengan lain. 

img_title 8 Makanan Murah Menambah Berat Badan dengan Cepat dan Mudah

Dokter Cahyo memberikan penjelasan medis tentang tempe goreng untuk diabetes. Informasi ini penting agar penderita diabetes tidak salah kaprah menghindari makanan sehat. 

Mengapa Gorengan Harus Dihindari Diabetesi

img_title Suka Kulit Ayam? Ini Fakta Lemak dan Kolesterol yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Gorengan secara umum memang harus dibatasi oleh penderita diabetes. Kandungan kalori, lemak, garam, dan karbohidrat yang tinggi bisa menaikkan gula darah. Banyak orang beranggapan semua gorengan berbahaya termasuk tempe goreng. Padahal tidak semua gorengan punya dampak sama pada kadar gula darah.

Dokter Cahyo menegaskan tempe goreng sebenarnya boleh dikonsumsi diabetesi. Tentu saja ada syarat khusus yang harus diperhatikan saat mengonsumsinya. Kunci utamanya adalah cara menggoreng dan porsi yang tepat. Pemahaman ini penting agar diabetesi tetap bisa menikmati lauk enak.

img_title Empat Kesalahan Fatal Pemula Diet yang Bikin Gagal Terus Padahal Sudah Mati-Matian Berusaha

Tiga Keunggulan Nutrisi Tempe Goreng

1. Indeks Glikemik Rendah

Tempe goreng memiliki indeks glikemik di bawah 55 yang termasuk kategori rendah. IG rendah berarti tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat setelah makan. Ini sangat penting untuk menjaga stabilitas gula darah penderita diabetes. Tempe goreng lebih aman dibanding nasi putih yang IG-nya lebih tinggi.

2. Karbohidrat Minim

Dalam 100 gram tempe goreng hanya ada 11,94 gram karbohidrat saja. Per buah tempe goreng bahkan cuma sekitar 1,79 gram karbohidrat. Angka ini jauh lebih rendah dibanding gorengan berbahan tepung seperti bakwan. Karbohidrat rendah membuat tempe goreng tidak mengganggu kontrol diabetes.

3. Beban Glikemik Rendah

Beban glikemik atau glycemic load tempe goreng di bawah 10 yang tergolong rendah. Parameter ini mengukur dampak nyata makanan terhadap gula darah dalam porsi normal. Kombinasi IG rendah dan beban glikemik rendah membuat tempe goreng aman. Diabetesi bisa menikmatinya tanpa khawatir gula darah melonjak.

Cara Aman Mengonsumsi Tempe Goreng

Dokter Cahyo memberikan panduan praktis untuk makan tempe goreng yang aman. Goreng tempe tanpa tepung agar tidak menambah karbohidrat ekstra yang tidak perlu. Konsumsi dalam jumlah secukupnya, jangan berlebihan meski rasanya enak. Tempe goreng murni tetap tinggi protein dari kedelai yang baik untuk tubuh.

Halaman Selanjutnya
img_title