Turunkan Hipertensi Secara Alami dengan Bawang Putih, Begini Caranya!
- Pixabay
Cianjur – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal.
Untuk mengendalikannya, banyak orang harus mengonsumsi obat secara rutin, meskipun tidak sedikit yang mengeluhkan efek samping dari penggunaan jangka panjang.
Namun, Dokter Bimo dalam akun Youtubenya, menjelaskan bahwa bawang putih ternyata memiliki zat aktif bernama allicin yang mampu melemaskan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi secara alami.
Dalam beberapa penelitian berkualitas tinggi seperti randomized controlled trials, bawang putih menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan.
Rata-rata, tekanan darah sistolik turun sekitar 6,7 mmHg dan diastolik 4,8 mmHg, dengan kisaran penurunan mencapai hingga 11,2 mmHg pada beberapa studi.
Dosis yang digunakan dalam penelitian bervariasi, mulai dari 188 mg hingga 2400 mg bawang putih per hari yang dikonsumsi selama 8 hingga 12 minggu.
Meskipun konsumsi sehari-hari dalam bentuk masakan bisa memberikan manfaat, sulit menentukan dosis yang tepat karena kadar allicin dalam bawang berbeda-beda tergantung cara penyimpanan dan pengolahannya. Oleh karena itu, jika ingin hasil yang terukur, suplemen bawang putih dengan standar dosis mungkin lebih efektif.
Zat aktif utama dalam bawang putih adalah allicin, senyawa yang terbentuk saat bawang dihancurkan atau dipotong. Allicin bekerja dengan dua cara utama dalam menurunkan tekanan darah.
Pertama, dengan menghambat produksi angiotensin II, senyawa yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Kedua, allicin meningkatkan produksi nitrit oksida, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan mengurangi tekanan.
Selain itu, bawang putih memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan, yang berkontribusi dalam menjaga kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan. Efek ini mendukung manfaat utamanya dalam mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Meski bawang putih relatif aman, penggunaannya secara berlebihan tetap harus diwaspadai. Konsumsi dalam jumlah besar bisa menyebabkan efek samping seperti mual, mulas, atau refluks asam lambung.
Bahkan, sifat antikoagulan bawang putih dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah.
Dengan memahami manfaat, cara kerja, dan potensi efek sampingnya, bawang putih dapat menjadi pelengkap yang baik dalam program pengendalian hipertensi secara alami.