Jangan Panik Asam Urat Kambuh, 5 Tanaman Herbal Ini Ampuh Turunkan Kadar Tinggi

Ilustrasi asam urat
Sumber :
  • Pinterest

Cianjur – Nyeri sendi akibat asam urat memang menyiksa dan sering datang tiba-tiba. Kondisi ini membuat penderita sulit beraktivitas normal sehari-hari.

img_title Rebusan Daun Pandan Bisa Redakan Nyeri Asam Urat dan Rematik, Ini Buktinya

Indonesia kaya akan tanaman herbal yang berkhasiat menurunkan kadar asam urat. Bahan-bahan alami ini mudah didapat dan aman dikonsumsi rutin.

Asam urat tinggi terjadi karena penumpukan kristal di persendian. Tanaman herbal tertentu mampu membantu pengeluaran asam urat melalui urine sekaligus mengurangi peradangan.

img_title Daun Binahong Ternyata Ampuh Atasi Asam Urat, Begini Tips dan Cara Mengonsumsinya!

Menurut Apt. Rian Nurdiana M.Farm. dalam channel YouTube Belajar Obat, berikut beberapa tanaman herbal yang efektif melawan asam urat.

1. Ramuan Daun Sidaguri, Salam, dan Jahe Merah

img_title Sering Nyeri Sendi? Ini Camilan Sehat Penurun Asam Urat yang Wajib Dicoba

Siapkan satu genggam daun sidaguri lengkap dengan batang dan akar. Tambahkan 10 lembar daun salam dan satu ruas jahe merah geprek.

Rebus semua bahan dengan empat gelas air hingga tersisa dua gelas. Saring dan minum dua kali sehari pagi dan malam hari.

2. Seledri, Kumis Kucing, dan Temulawak

Ambil satu genggam seledri dan kumis kucing, tambahkan tiga ruas temulawak iris tipis. Rebus dengan tiga gelas air hingga menyisakan 1,5 gelas.

Minum 3/4 gelas dua kali sehari untuk hasil maksimal. Kombinasi ini bekerja sebagai diuretik sekaligus antiinflamasi.

3. Daun Sirsak, Salam, dan Kayu Manis

Siapkan lima lembar daun sirsak, 10 daun salam, dan satu batang kayu manis. Rebus dengan tiga gelas air hingga menjadi satu gelas.

Konsumsi satu kali sehari di malam hari setelah makan malam. Ramuan ini membantu mengeluarkan asam urat berlebih dalam darah.

Pengobatan herbal memerlukan konsistensi dan tidak memberikan hasil instan. Namun efek sampingnya minimal dibanding obat-obatan kimia.

Tetap konsultasi dengan dokter jika mengonsumsi obat medis bersamaan. Herbal sebaiknya menjadi terapi pendukung, bukan pengganti obat dokter.