Cara Menanam Cabe Rawit di Galon Bekas Biar Banyak Buah dan Cepat Panen
- pinterest.com
Cianjur – Mengetahui cara menanam cabe rawit di rumah ternyata tidak sulit. Bahkan dengan galon bekas saja, tanaman bisa tumbuh subur dan cepat menghasilkan buah.
Menanam cabe rawit di galon bekas jadi solusi buat yang tidak punya lahan luas. Media sederhana ini tetap bisa membuat tanaman berbuah banyak bila dirawat dengan baik.
Cabe rawit dikenal cepat tumbuh bila ditanam dengan cara yang tepat. Pemilihan media galon bekas membantu menjaga kelembaban tanah dan membuat tanaman lebih kokoh.
Dengan teknik menanam sederhana, cabe rawit bisa menghasilkan buah lebat. Rahasianya ada pada cara perawatan harian yang konsisten agar panen cepat didapat.
1. Persiapan Galon Bekas
Langkah pertama sebelum menanam cabe rawit adalah menyiapkan galon bekas. Potong galon jadi dua bagian, lalu buat lubang di bagian bawah. Lubang ini berfungsi sebagai drainase supaya air tidak menggenang. Kalau air menggenang, akar bisa cepat busuk.
Selain itu, galon juga bisa dicat bagian luarnya. Tujuannya supaya terlihat lebih rapi dan menarik. Cat juga membantu melindungi akar dari sinar matahari yang terlalu terik. Jadi, tanaman bisa tumbuh lebih sehat meski ditaruh di halaman terbuka.
2. Membuat Media Tanam
Media tanam jadi kunci penting kalau ingin cabe rawit tumbuh subur. Campuran tanah, kompos, sekam mentah, dan arang sekam bisa digunakan. Perbandingannya cukup sederhana, yaitu 2 tanah, 1 kompos, 1 sekam mentah, dan 1 arang sekam.
Kalau ada, tambahkan kapur dolomit sedikit saja. Fungsi kapur ini untuk menyeimbangkan keasaman tanah. Media tanam yang seimbang akan bikin akar cabe lebih mudah menyerap nutrisi. Jangan lupa aduk rata sebelum dimasukkan ke galon.
3. Penanaman Bibit Cabe
Bibit cabe rawit bisa dipindah tanam saat sudah siap. Sebelum menanam, basahi media tanam supaya lebih lembab. Setelah itu, buat lubang kecil di tengah galon dengan kedalaman sebatas daun lembaga.
Masukkan bibit cabe rawit dengan hati-hati. Setelah tertanam, timbun kembali lubang dengan tanah yang halus. Siram sedikit saja untuk menjaga kelembaban. Jangan terlalu banyak karena bisa membuat akar kaget atau busuk.