Sinyal Tubuh Ini Menandakan Kamu Sudah Mulai Stres, Jangan Diabaikan!
- Youtube
Cianjur – Beberapa bulan terakhir banyak orang mengalami tekanan tinggi dari segi pekerjaan. Situasi ini membuat banyak proyek berjalan bersamaan dengan tingkat risiko yang cukup besar.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kebanyakan orang baru sadar sedang stres ketika sudah mencapai titik burn out. Padahal tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal-sinyal peringatan jauh sebelumnya.
Untungnya, ada cara efektif untuk mengelola stres yang sudah terbukti ampuh. Cara ini fokus pada kesadaran diri dan tindakan preventif sebelum kondisi memburuk.
Rahasianya adalah kemampuan membaca sinyal tubuh sendiri dengan baik. Dengan begitu, kamu bisa mengambil langkah tepat sebelum terlambat.
Mengenali Sinyal Awal Stres
Maudy Ayunda dalam channel YouTube-nya pernah berkata, "Kunci pertama bagi saya adalah harus bisa membaca sinyal diri sendiri, jadi semacam self-awareness." Kesadaran diri ini memang menjadi fondasi penting dalam mengelola stres.
Sinyal pertama yang perlu kamu waspadai adalah kelelahan mental setelah beraktivitas. Biasanya kamu kehilangan energi untuk melakukan hal-hal yang biasanya menyenangkan seperti olahraga atau memasak.
Sinyal kedua adalah mudah tersinggung tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini membutuhkan kesadaran tinggi karena biasanya kita selalu merasa kesal karena faktor eksternal.
Padahal seringkali reaksi kita sudah berlebihan dari yang seharusnya. Ini menandakan bahwa tingkat stres sudah mulai mempengaruhi emosi secara keseluruhan.
Aktivitas Flow Bisa Membantu Menenangkan Pikiran
Setelah mengenali sinyal stres, langkah berikutnya adalah mencari aktivitas yang memberikan flow. Flow adalah kondisi di mana kamu benar-benar fokus dan tenggelam dalam aktivitas tertentu.
Contoh aktivitas flow antara lain membaca buku, merajut, coding, atau bermain game yang membutuhkan konsentrasi penuh. Aktivitas ini membantu mengalihkan pikiran dari sumber stres dan memberikan ketenangan.
"Saat saya stres, saya merasa harus melarikan diri dan hadir di dunia lain," ungkap Maudy mengenai pentingnya aktivitas flow. Berbeda dengan scrolling media sosial yang justru membuat pikiran semakin tersebar.
Aktivitas flow memaksa kita untuk benar-benar hadir di momen tersebut. Hal ini memberikan jeda yang dibutuhkan otak untuk beristirahat dari pikiran yang mengkhawatirkan.