Mari kita selami misteri pembangunan Gunung Padang yang super menakjubkan ini. Jangan lewatkan sedikitpun informasi berikut ya!
1. Pembangunan Kembali Gunung Padang
Sekitar 6.000 tahun kemudian, tepatnya tahun 7900 SM, manusia kembali ke Gunung Padang. Mereka kembali membangun situs ini dengan cara yang berbeda.
Kali ini, mereka menimbun atau menambah lapisan tanah dan pasir. Lapisan baru ini disebut Unit 3, dan mereka meluaskannya dengan bebatuan dan kerikil.
Selama masa ini, peradaban di sekitar Gunung Padang makin berkembang. Mereka sudah mengenal bertani, beternak, dan bahkan punya sistem pertahanan dari musuh.
Gunung Padang pun jadi pusat kegiatan keagamaan, tempat mereka beribadah dan menyembah nenek moyang.
2. Teknologi Canggih di Zaman Kuno
Memasuki tahun 6000 SM, masyarakat kuno Nusantara membangun lagi Gunung Padang, yang dikenal sebagai Unit 2. Yang bikin tercengang, mereka sudah memakai perekat mirip semen untuk menyatukan bebatuan.
Perekat kuno ini bahkan mengandung unsur besi, menunjukkan kemampuan mereka dalam menambang logam. Kemampuan metalurgi sekompleks ini hanya bisa dimiliki oleh peradaban yang maju.
Tahap terakhir, yaitu Unit 1, dilakukan antara 2000 hingga 500 SM. Di sinilah mereka membangun teras-teras batu yang kini jadi ciri khas situs ini.
Struktur punden berundak ini terbuat dari batu kekar kolom yang diambil dari Gunung Melati, 2 km dari Gunung Padang.
3. Mengatur Lahan Miring dengan Terasering
Karena situs ini terletak di lereng bukit yang miring, mereka juga membangun terasering untuk mencegah longsor. Terasering ini punya pola yang rapi dan kompleks, dengan dinding batu yang membentuk tangga.
Mereka juga menancapkan batu-batu seperti paku di sisi utara, timur, dan barat sedalam 40-50 cm supaya tanahnya kokoh.
Teknik pembangunan canggih seperti ini juga dipakai saat membangun Candi Borobudur dan Prambanan. Ini membuktikan kalau peradaban kuno di Indonesia punya teknologi yang sangat maju.
Jadi, pembangunan Gunung Padang bukanlah hal yang sederhana, tapi sebuah karya arsitektur dan rekayasa yang luar biasa. Situs ini bukan cuma tempat pemujaan, tapi juga pusat musyawarah, belajar, dan bahkan tempat latihan militer.
Gunung Padang adalah bukti nyata kecerdasan dan ketangguhan nenek moyang kita. Meskipun terkesan penuh dengan misteri, namun ternyata da penjelasan logis dari situs kuno dari Cianjur satu ini.