Menguak Misteri Pembangunan Gunung Padang, Punden Berundak Kuno di Indonesia!

Misteri Pembangunan Gunung Padang
Sumber :
  • Youtube.com

Cianjur – Kalian pernah tahu tenatang Piramida Mesir? Siapa sangkat Indonesia juga punya situs kuno yang tidak kalah keren dan bikin penasaranyaitu Gunung Padang.

img_title Ono Surono Tegaskan Isu Ganti Nama Jawa Barat Bukan Inisiatif DPRD

Situs megalitik ini terletak di Cianjur, Jawa Barat dan sudah lama bikin para arkeolog dan sejarawan pusing tujuh keliling. Gimana sih cara nenek moyang kita membangunnya, dan teknologi apa yang mereka pakai?

Situs Gunung Padang berdiri di atas sebuah bukit alami yang merupakan sisa-sisa gunung purba. Sekitar 25.000 hingga 14.000 tahun lalu, saat Zaman Es terakhir, manusia di Cianjur mulai membangun struktur di atas bukit itu.

img_title DPD PDI Perjuangan Jabar Seleksi 214 Pemain Muda untuk Soekarno Cup 2026

Mereka mengukir, memahat, dan membentuk bukit alami menjadi bangunan buatan manusia yang megah. Struktur pertama ini, yang disebut Unit 4, sampai sekarang masih terpendam 5 hingga 25 meter di bawah tanah.

 

Mari kita selami misteri pembangunan Gunung Padang yang super menakjubkan ini. Jangan lewatkan sedikitpun informasi berikut ya!

1. Pembangunan Kembali Gunung Padang

Sekitar 6.000 tahun kemudian, tepatnya tahun 7900 SM, manusia kembali ke Gunung Padang. Mereka kembali membangun situs ini dengan cara yang berbeda.

Kali ini, mereka menimbun atau menambah lapisan tanah dan pasir. Lapisan baru ini disebut Unit 3, dan mereka meluaskannya dengan bebatuan dan kerikil.

 

Selama masa ini, peradaban di sekitar Gunung Padang makin berkembang. Mereka sudah mengenal bertani, beternak, dan bahkan punya sistem pertahanan dari musuh.

 

Gunung Padang pun jadi pusat kegiatan keagamaan, tempat mereka beribadah dan menyembah nenek moyang.

2. Teknologi Canggih di Zaman Kuno

Memasuki tahun 6000 SM, masyarakat kuno Nusantara membangun lagi Gunung Padang, yang dikenal sebagai Unit 2. Yang bikin tercengang, mereka sudah memakai perekat mirip semen untuk menyatukan bebatuan.

Perekat kuno ini bahkan mengandung unsur besi, menunjukkan kemampuan mereka dalam menambang logam. Kemampuan metalurgi sekompleks ini hanya bisa dimiliki oleh peradaban yang maju.

 

Tahap terakhir, yaitu Unit 1, dilakukan antara 2000 hingga 500 SM. Di sinilah mereka membangun teras-teras batu yang kini jadi ciri khas situs ini.

Struktur punden berundak ini terbuat dari batu kekar kolom yang diambil dari Gunung Melati, 2 km dari Gunung Padang.

3. Mengatur Lahan Miring dengan Terasering

Karena situs ini terletak di lereng bukit yang miring, mereka juga membangun terasering untuk mencegah longsor. Terasering ini punya pola yang rapi dan kompleks, dengan dinding batu yang membentuk tangga.

Mereka juga menancapkan batu-batu seperti paku di sisi utara, timur, dan barat sedalam 40-50 cm supaya tanahnya kokoh.

Teknik pembangunan canggih seperti ini juga dipakai saat membangun Candi Borobudur dan Prambanan. Ini membuktikan kalau peradaban kuno di Indonesia punya teknologi yang sangat maju.

 

Jadi, pembangunan Gunung Padang bukanlah hal yang sederhana, tapi sebuah karya arsitektur dan rekayasa yang luar biasa. Situs ini bukan cuma tempat pemujaan, tapi juga pusat musyawarah, belajar, dan bahkan tempat latihan militer.

 

Gunung Padang adalah bukti nyata kecerdasan dan ketangguhan nenek moyang kita. Meskipun terkesan penuh dengan misteri, namun ternyata da penjelasan logis dari situs kuno dari Cianjur satu ini.

img_title Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan