Fakta Tersembunyi Keunikan Cianjur, Ada Selimut Hidup di Kampung Bidadari
- id.pinterest.com
Cianjur – Cianjur merupakan kabupaten di Jawa Barat yang kaya akan keunikan budaya dan tradisi.
Luas wilayahnya mencapai 350.148 km persegi dengan 32 kecamatan. Kota ini dikenal dengan julukan kota santri karena tradisi mengaji yang mengakar kuat sejak tahun 1677.
Kawasan Puncak Cipanas Cianjur menjadi destinasi favorit wisatawan Jabodetabek. Bahkan wisatawan mancanegara khususnya dari Timur Tengah mulai marak berkunjung.
Fenomena ini menciptakan dinamika sosial ekonomi yang kompleks di daerah pegunungan tersebut.
Selain keindahan alamnya, Cianjur juga dikenal memiliki wanita-wanita cantik yang mempesona.
Banyak perempuan asal Cianjur berhasil menembus panggung nasional sebagai artis atau model. Kecantikan alami ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wilayah ini.
Keunikan Cianjur tidak berhenti disitu saja, ada fenomena menarik yang patut dibahas. Mari kita telusuri lebih dalam tentang berbagai aspek kehidupan di Cianjur.
Cipanas sebagai Magnet Wisatawan Timur Tengah
Kecamatan Cipanas memiliki luas 58,03 km² dengan populasi 91.405 jiwa. Sebagian besar wilayahnya masuk kawasan wisata Puncak yang strategis.
Lokasi ini berbatasan langsung dengan Jonggol Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Keberadaan Istana Cipanas menambah prestise kawasan ini. Wisatawan Timur Tengah memiliki agenda rutin berkunjung terutama saat musim haji.
Mereka umumnya menginap di hotel atau villa dengan fasilitas mewah dan pemandangan pegunungan yang menawan.
Fenomena Selimut Hidup yang Mengkhawatirkan
Meningkatnya kunjungan wisata menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Namun di sisi kelam, muncul fenomena selimut hidup di vila-vila Cipanas. Sebagian perempuan memanfaatkan situasi untuk mencari penghasilan tambahan di tengah udara dingin pegunungan.
Fenomena selimut hidup ini ternyata bukan pilihan yang menguntungkan. Mereka lebih sering merasakan pahit daripada manis dari pekerjaan tersebut.
Penghasilannya pun tidak seberapa dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja.
Praktik Kawin Kontrak yang Memprihatinkan
Para turis Timur Tengah tidak hanya sekadar berlibur di Cianjur. Mereka kerap melakukan kawin kontrak dengan warga setempat sebagai kedok.
Praktik ini pada dasarnya hanya prosesi formalitas agar tidak dianggap berzina menurut kepercayaan mereka.