Lahore Pakistan Kota Paling Berpolusi Dunia dengan Kabut Asap 20 Kali Batas Aman
- YouTube
Cianjur – Pakistan diperkirakan akan menjadi negara terpadat kelima dunia pada 2025 dengan 255 juta jiwa.
Namun, pertumbuhan populasi ini diiringi masalah lingkungan yang sangat serius.
Lahore, ibu kota Provinsi Punjab, menjadi kota paling berpolusi di Pakistan dengan kondisi yang mengkhawatirkan.
Populasi 14,8 juta jiwa hidup dalam udara yang sangat tidak sehat setiap harinya.
Kabut asap tebal menyelimuti kota ini selama empat bulan dengan tingkat polusi mencapai level berbahaya. Kondisi ini bahkan bisa terlihat jelas dari luar angkasa oleh satelit.
Polusi 20 Kali Batas Aman
Tingkat polusi udara di Lahore mencapai 20 kali lebih tinggi dari ambang batas aman WHO.
Partikel halus PM 2,5 yang berbahaya bagi kesehatan mengudara dalam konsentrasi tinggi.
Musim kabut asap di Lahore dimulai lebih awal pada tahun 2024 dan berlangsung lebih lama.
Hal ini memaksa pemerintah menutup sekolah-sekolah untuk melindungi siswa dari paparan polusi.
Sumber Polusi Utama
Emisi dari industri dan kendaraan bermotor menjadi penyebab utama polusi udara yang parah.
Kondisi semakin buruk di musim dingin akibat pembakaran sisa tanaman oleh petani.
Aktivitas pembakaran ini menciptakan kabut asap tebal yang sulit hilang dalam waktu lama.
Cuaca dingin juga memerangkap polutan di atmosfer sehingga kualitas udara makin memburuk.
Dampak pada Kesehatan
Banyak warga mengeluhkan iritasi tenggorokan dan penyakit pernapasan akibat polusi udara.
Kondisi di Islamabad juga mulai mendekati situasi buruk seperti di Lahore.
Aktivis lingkungan terus memperingatkan dampak jangka panjang dari polusi ini pada kesehatan masyarakat.
Namun, upaya pemerintah dinilai belum konsisten dalam mengatasi akar masalah.
Kendala Ekonomi
Kemiskinan menjadi faktor utama yang menghambat perubahan karena 40% penduduk Pakistan hidup miskin.
Masyarakat sulit beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan karena keterbatasan ekonomi.
Meski kualitas udara sempat membaik saat lockdown COVID-19, kondisi kembali memburuk setelah aktivitas normal.
Pertumbuhan populasi pesat dan sistem pengelolaan sampah buruk memperparah situasi lingkungan.