Siapa Tiga Manusia Misterius dalam Al Quran yang Masih Hidup
- YouTube
Cianjur – Kisah manusia misterius dalam Al Quran dan Hadist telah menjadi pembahasan menarik para ulama selama berabad-abad.
Tiga tokoh ini dipercaya memiliki umur yang sangat panjang. Keberadaan mereka masih menjadi perdebatan hingga kini.
Para ahli tafsir meyakini bahwa tiga manusia misterius ini pernah disebutkan dalam kitab suci. Dua dari mereka berasal dari golongan kafir. Sementara satu lainnya adalah orang saleh yang mendapat keistimewaan dari Allah.
1. Nabi Khidir
Manusia misterius dalam Al Quran yang pertama adalah Nabi Khidir Alaihissalam. Nama aslinya adalah Balia bin Malkan. Beliau hidup sezaman dengan Nabi Musa Alaihissalam.
Khidir memiliki mukjizat luar biasa dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di mana pun kakinya berpijak, tanah gersang akan berubah menjadi hijau dan subur. Inilah mengapa beliau diberi nama Khidir yang berarti "hijau".
Beberapa ulama berpendapat bahwa Nabi Khidir masih hidup hingga saat ini. Namun pendapat yang lebih kuat menyatakan beliau telah wafat. Al Quran dalam Surat Al-Anbiya ayat 34 menegaskan tidak ada manusia yang hidup abadi.
2. Samiri
Tokoh kedua dari manusia misterius dalam Al Quran adalah Samiri. Nama aslinya Musa bin Ja'far. Dia adalah seorang munafik yang menyesatkan Bani Israel.
Samiri membuat patung anak sapi yang bisa bersuara ketika Nabi Musa sedang bermunajat. Dia menipu kaum Bani Israel dengan mengatakan bahwa anak sapi itulah Tuhan mereka. Perbuatan ini membuat Nabi Musa sangat marah.
Setelah diusir, Samiri menghilang tanpa jejak yang jelas. Ada yang menduga dia masih hidup dan akan muncul sebagai Dajjal. Namun hadits menyebutkan Dajjal akan datang dari Khurasan, bukan dari tempat lain.
3. Ibnu Shayyad
Manusia misterius dalam Al Quran yang ketiga adalah Ibnu Shayyad. Beberapa sahabat seperti Umar bin Khattab menduga dia adalah Dajjal. Namun bukan Dajjal akhir zaman yang sebenarnya.
Ibnu Shayyad tinggal di Madinah dan pernah masuk Islam. Dia bahkan menunaikan ibadah haji. Hal ini membuktikan bahwa dia bukanlah Dajjal yang sesungguhnya.
Ada kabar bahwa Ibnu Shayyad tewas dalam Perang Harrah. Namun sebagian orang meyakini dia hanya hilang dan masih hidup. Pendapat ini sangat lemah menurut mayoritas ulama.