Mengapa Ekonomi Indonesia Masih Terpusat di Jawa Setelah Hampir 80 Tahun Merdeka?

Ekonomi di Jawa
Sumber :
  • YouTube

Cianjur – Sudah hampir 80 tahun Indonesia merdeka, tapi ekonomi Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa.

img_title Pulau Semakau Singapura Sulap Tempat Sampah Jadi Surga Ekologi yang Menakjubkan!

Fenomena ini bukan tanpa sebab dan sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Ekonomi Indonesia yang tidak merata ini jadi pertanyaan besar banyak orang.

Kondisi ekonomi Indonesia yang terpusat menciptakan ketimpangan pembangunan.

img_title DPRD Jabar Fokus Bangun Infrastruktur, Pendidikan, dan Pertanian di Indramayu-Cirebon

Jawa menyumbang 58,7% dari GDP nasional dengan populasi 56% penduduk Indonesia. Sementara pulau-pulau lain masih tertinggal dalam hal infrastruktur dan lapangan kerja.

Akar masalah ekonomi Indonesia terpusat dimulai dari faktor geografis. Pulau Jawa memiliki tanah vulkanik yang sangat subur untuk pertanian.

img_title Fakta Unik Negara Liechtenstein Tanpa Militer Tapi Penduduknya Kaya Raya Banget

Kondisi ini memungkinkan Jawa menopang populasi besar sejak zaman kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit.

Sejarah panjang membuat ekonomi Indonesia semakin terpusat di Jawa. VOC bahkan memindahkan markas dari Ambon ke Batavia pada 1616. Sejak itu, Batavia menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia dan menarik investasi besar-besaran.

Efek Aglomerasi Industri

Ekonomi Indonesia yang terpusat menciptakan efek aglomerasi industri.

Pemusatan ekonomi di wilayah tertentu membuat pertumbuhan semakin cepat dan menguntungkan. Investor lebih memilih berinvestasi di Jawa karena infrastruktur sudah lengkap.

Data menunjukkan 48% investasi Indonesia di 2021 masuk ke wilayah Jawa. Sisanya terbagi ke seluruh pulau lain di Indonesia. Angka ini sebenarnya sudah membaik dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih dari separuh.

Tantangan Distribusi Pembangunan

Ekonomi Indonesia sulit didistribusi karena bentuk negara kepulauan. Berbeda dengan negara maju yang umumnya daratan luas. Indonesia butuh proyek terpisah untuk menghubungkan setiap pulau dengan biaya yang sangat besar.

Ketegasan pemerintah juga diperlukan untuk pemerataan ekonomi Indonesia. Pembangunan daerah butuh investasi jangka panjang dengan return yang lebih lambat. Banyak negara maju rela mengambil risiko ini demi pemerataan.

Perencanaan Jangka Panjang

Ekonomi Indonesia yang merata butuh perencanaan matang jangka panjang. Sayangnya, banyak proyek infrastruktur yang dibangun tanpa pertimbangan kebutuhan jangka panjang.

Contohnya Bandara Kertajati yang menelan 2,6 triliun rupiah tapi sepi penerbangan.

Fenomena serupa terjadi pada LRT Palembang dan Bandara JB Sudirman. Proyek-proyek ini menghabiskan anggaran besar tapi tidak optimal pemanfaatannya. Hal ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang tepat untuk pemerataan ekonomi Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title