Dulu Punya Satu Daratan Raksasa! Beginilah Nasib Sundaland yang Menghilang
- YouTube Belajar Dunia Purba
Cianjur – Pernahkah kamu membayangkan jika Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dulunya menjadi satu daratan besar?
Ternyata hal ini benar-benar terjadi pada zaman purba. Wilayah yang disebut Sundaland ini menjadi salah satu misteri terbesar di Asia Tenggara.
Sundaland bukan sekadar cerita dongeng atau legenda semata. Para ilmuwan telah menemukan berbagai bukti geologis yang mendukung keberadaan benua tenggelam ini.
Bahkan beberapa peneliti menghubungkannya dengan kisah Atlantis yang terkenal itu.
Bagaimana bisa daratan seluas itu hilang begitu saja? Mari kita telusuri misteri Sundaland yang menakjubkan ini bersama-sama.
Sejarah Terbentuknya Sundaland
Sekitar 110.000 hingga 12.000 tahun yang lalu, bumi mengalami zaman es terakhir.
Pada masa itu, banyak air laut membeku menjadi es di kutub utara.
Akibatnya, permukaan laut turun secara drastis hingga puluhan meter.
Penurunan permukaan laut ini membuat daerah-daerah dangkal menjadi daratan kering.
Semenanjung Malaya, Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya pun menyatu.
Terbentuklah sebuah daratan luas yang dinamakan Sundaland oleh ilmuwan Van Bamelen pada tahun 1949.
Kehidupan di Sundaland Zaman Dulu
Sundaland tidak hanya berupa daratan kosong belaka. Wilayah ini dipenuhi berbagai jenis hutan dataran rendah, hutan pegunungan, dan padang rumput yang luas.
Penelitian Ken dan rekan-rekannya pada tahun 2009 membuktikan hal tersebut melalui bukti geografi dan geologi.
Keanekaragaman hayati di Sundaland sangat menakjubkan pada masanya.
Terdapat sekitar 25.000 spesies tumbuhan yang hidup di sana. Bahkan 15.000 di antaranya adalah tumbuhan endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.
Hewan Purba Raksasa Penghuni Sundaland
Salah satu penghuni paling menarik adalah Gigantopithecus, primata raksasa setinggi 3 meter.
Hewan ini memiliki berat mencapai 500 kilogram dan hidup seperti orangutan modern.
Fosil Gigantopithecus berhasil ditemukan di Pulau Jawa oleh Balai Geologi Yogyakarta pada tahun 2014.
Meskipun berukuran raksasa, Gigantopithecus ternyata bukan predator ganas.
Hewan ini justru menjadi mangsa dari harimau purba dan predator lainnya.
Makanannya terdiri dari buah-buahan dan tanaman berserat keras seperti bambu.
Bencana Gunung Toba yang Dahsyat
Sekitar 74.000 tahun yang lalu, Gunung Toba meletus dengan ledakan super besar.