5 Mata Uang Terendah di Dunia dari Berbagai Negara, Nilainya Super Kecil!
- Pinterest.com
Cianjur – Beberapa negara di dunia memiliki mata uang yang nilainya jauh lebih kecil dibanding dolar. Bahkan, sebagian besar masuk dalam daftar mata uang terendah di dunia.
Faktor seperti inflasi tinggi, konflik, dan utang luar negeri jadi penyebab utamanya. Akibatnya, nilai tukar mereka makin melemah dari waktu ke waktu.
Meski begitu, negara-negara dengan mata uang lemah tetap memiliki potensi besar. Beberapa bahkan sedang membangun ekonomi nasional mereka secara perlahan.
Artikel ini akan membahas lima negara dengan mata uang terendah di dunia. Nilai tukarnya sangat rendah, bahkan ada yang ratusan ribu untuk 1 dolar.
1. Bolivar Venezuela
Bolivar Venezuela adalah mata uang paling lemah di dunia. Nilainya bisa mencapai 203.000 per 1 USD karena hiperinflasi dan krisis ekonomi.
Kondisi ini makin parah sejak pandemi Covid-19 melanda negara tersebut. Harga kebutuhan melonjak dan daya beli masyarakat turun drastis.
2. Rial Iran
Rial Iran juga masuk daftar dengan nilai 42.000 per 1 USD. Penyebabnya adalah krisis berkepanjangan dan sanksi internasional.
Akses ke mata uang asing dibatasi, membuat nilai tukar makin jeblok. Pasar gelap pun tumbuh karena permintaan tinggi terhadap dolar.
3. Dong Vietnam
Dong Vietnam bernilai sekitar 23.000 per 1 USD. Meski ekonominya berkembang, mata uangnya masih lemah.
Namun stabilitas politik dan pertumbuhan industri jadi harapan besar. Negara ini pelan-pelan memperbaiki posisi ekonominya di Asia.
4. Rupiah Indonesia
Rupiah punya nilai sekitar 14.000 per 1 USD. Faktor global dan domestik turut memengaruhi daya beli Rupiah.
Meski begitu, ekonomi Indonesia tetap bertahan cukup stabil. Pemerintah terus berupaya menguatkan posisi mata uang nasional.
5. Sum Uzbekistan
Mata uang Sum punya nilai 10.000 per 1 USD. Uzbekistan masih dalam proses membangun ekonomi pasca-Uni Soviet.
Reformasi ekonomi terus dilakukan demi memperkuat mata uangnya. Namun butuh waktu dan stabilitas politik untuk melihat hasilnya.
Setiap negara punya tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas mata uang mereka. Dari banyaknya negara di dunia, inilah yang memiliki nilai tukar terendah secara global.