Fakta Mengejutkan Sejarah Islam Nusantara yang Disembunyikan Penjajah Belanda!
- YouTube
Cianjur – Ternyata Islam datang ke Nusantara jauh lebih awal dari yang kita pelajari di sekolah!
Selama ini kita diajarkan bahwa Islam masuk melalui pedagang Gujarat India. Padahal fakta sejarah menunjukkan cerita yang berbeda dan lebih mengagumkan.
Orientalis Belanda sengaja menutupi sejarah ini demi kepentingan kolonial mereka. JP Mein Apel dan Snouck Hurgronje adalah tokoh yang paling berperan dalam pemalsuan sejarah.
Mereka ingin menyembunyikan fakta bahwa Indonesia pernah jadi bagian penting dalam kekhalifahan Islam.
Bukti sejarah menunjukkan bahwa pada tahun 628 Masehi, utusan Nabi Muhammad bernama Akasyah bin Muhsin Al-Usdi sudah tiba di Sriwijaya.
Kedatangan sahabat Nabi ini mendapat sambutan baik dari penguasa setempat. Islam diterima karena ajarannya mirip dengan kepercayaan monoteisme yang sudah ada.
Kerajaan Sriwijaya pada masa itu memang sudah mengenal ajaran Braham atau monoteisme peninggalan Nabi Ibrahim.
Informasi ini dilansir dari YouTube Kisah Trending.
Para Sahabat Nabi yang Berdakwah ke Nusantara
Pertama, Ali bin Abi Thalib pernah datang ke Garut dan Cirebon tahun 625 Masehi.
Beliau melanjutkan perjalanan dakwah ke berbagai wilayah Nusantara. Jejak dakwahnya tercatat sampai ke Timor Leste, Brunei, dan Filipina.
Kedua, Ja'far bin Abi Thalib berdakwah di Jepara, Kerajaan Kalingga sekitar tahun 626 Masehi.
Dakwah beliau di Jawa Tengah ini menjadi awal penyebaran Islam. Keberhasilannya membuka jalan bagi dakwah sahabat lainnya.
Ketiga, beberapa sahabat lain seperti Ubay bin Kaab ke Sumatera Barat dan Abdullah bin Mas'ud ke Aceh.
Mereka semua datang sekitar tahun 626 Masehi atau 4 Hijriah. Jejak dakwah mereka tersebar di berbagai wilayah strategis Nusantara.
Keempat, Salman Al-Farisi bahkan sempat berdakwah di Perlak, Aceh Timur sebelum kembali ke Madinah.
Ada juga Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang mengunjungi Palembang tahun 718. Korespondensi mereka dengan raja-raja lokal masih tersimpan di museum Eropa.
Fakta sejarah ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Nusantara dalam sejarah Islam dunia. Penjajah Belanda sengaja menyembunyikan kebenaran ini untuk melemahkan identitas Muslim Indonesia dan memudahkan penjajahan mereka.