Lima Senapan Serbu Terbaru Asia Tenggara, Indonesia Punya Dua!
- YouTube
Cianjur – Perkembangan teknologi senjata militer di Asia Tenggara semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Senapan serbu terbaru dengan teknologi canggih kini menjadi andalan berbagai negara di kawasan ini.
Militer modern membutuhkan persenjataan yang reliable dan efektif untuk menjaga kedaulatan negara. Senapan serbu berteknologi tinggi telah menjadi pilihan utama pasukan elit di seluruh dunia.
Indonesia tidak ketinggalan dalam mengembangkan senjata canggih buatan dalam negeri maupun mengadopsi teknologi asing. Beberapa senapan serbu terdepan telah digunakan oleh TNI dan Polri dalam berbagai operasi.
Penasaran senapan serbu mana saja yang paling canggih dan digunakan militer Asia Tenggara? Mari kita bahas lima senjata terbaru yang mengandalkan teknologi mutakhir untuk pertahanan kawasan.
1. DSAR-15P - Korea Selatan
Senapan serbu DSAR-15P mulai diproduksi tahun 2020 oleh Dasan Machineries Korea Selatan. Senjata ini menggunakan platform AR-15 dengan desain modular yang sangat fleksibel.
DSAR-15P mampu menembakkan 700-950 peluru per menit dengan jarak efektif 600 meter. Indonesia menjadi pengguna terbesar di Asia Tenggara melalui Kopassus, Paspampres, dan Kopaska.
2. SAR BR18 - Singapura
SAR BR18 merupakan senapan serbu berkonfigurasi bullpup buatan ST Kinetics Singapura tahun 2018. Desain kompak dengan sistem bullpup membuatnya ideal untuk pertempuran jarak dekat.
Senapan ini memiliki rate tembakan 700-900 peluru per menit dengan jarak efektif 650 meter. Saat ini masih dalam tahap uji coba untuk menggantikan SAR-21 di militer Singapura.
3. SIG MCX - Amerika Serikat
SIG MCX diproduksi sejak 2015 dengan sistem piston gas untuk mengurangi recoil. Senjata ini dapat menggunakan peluru 5.56mm NATO dan 300 AAC Blackout secara optimal.
Rate tembakan mencapai 800-900 peluru per menit dengan jarak efektif 503 meter. Di Indonesia, Kopassus dan Brimob telah menggunakan SIG MCX dalam jumlah terbatas.
4. Komodo Armament D5 - Indonesia
D5 buatan PT Komodo Armament Bekasi mulai diproduksi tahun 2014 menggunakan bahan polimer. Senapan ini ringan dengan bobot kosong hanya 1,5 kg namun sangat handal.
Rate tembakan mencapai 700 peluru per menit dengan jarak efektif 400 meter. TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut telah mengoperasikan senjata buatan dalam negeri ini.