Mengapa Iran Berani Serang Israel Sampai 3 Kali di Tahun 2025?
- YouTube
Cianjur – Serangan rudal Iran kepada Israel pada 13 Juni 2025 merupakan operasi ketiga dalam seri True Promise Iran. Konflik antara Israel dan Iran terus mengalami eskalasi sejak peristiwa Gaza 7 Oktober 2023 yang melibatkan Hamas.
Israel dikenal memiliki kekuatan militer kokoh yang teruji dalam berbagai konflik dengan negara Arab sejak 1948. Kali ini Israel kembali diuji oleh lawannya dari wilayah Persia yaitu Iran yang berani melakukan konfrontasi terbuka.
Data konflik ini dikumpulkan dari berbagai sumber internasional dan analisis geopolitik Timur Tengah terkini. Iran memiliki beberapa alasan kuat yang mendorong keberanian mereka dalam berhadapan dengan kekuatan militer Israel.
Serangan 13 Juni 2025 bukan inisiasi Iran melainkan balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran di Suriah. Konflik ini merupakan bagian dari perang bayangan yang melibatkan milisi-milisi sekutu Iran di berbagai negara.
1. Ideologi Iran yang Kuat Sejak Revolusi 1979
Revolusi Iran 1979 mengubah ideologi negara dari sekuler di bawah Shah Pahlavi menjadi Islam nasionalis teokrasi. Konstitusi Iran menetapkan bahwa melawan Israel dan Barat adalah bagian dari doktrin negara yang harus dijalankan.
2. Jaringan Milisi Pro-Iran di Timur Tengah
Iran memiliki sekutu non-state di Lebanon, Palestina, Suriah, Yaman, Irak, dan negara lainnya. Milisi terkenal seperti Hizbullah dan Houthi menjadi kekuatan proxy Iran yang tersebar strategis di wilayah Timur Tengah.
3. Jaminan Keamanan dari Rusia dan China
Rusia membantu Iran dalam persenjataan dan ekonomi selama embargo Amerika Serikat berlangsung. China menandatangani kerja sama ekonomi senilai 400 miliar dolar selama 25 tahun dan membeli minyak Iran 1 juta barel per hari.
4. Kekuatan Militer Iran yang Mumpuni
Berdasarkan Global Fire Power 2025, Iran menempati posisi 16 dunia satu tingkat di bawah Israel di posisi 15. Iran memiliki 1,2 juta pasukan dan berbagai varian misil jarak pendek hingga menengah seperti Fateh 110 dan Shahab-3.
Teknologi militer Iran memang tidak secanggih Israel, namun strategi perang bayangan dengan milisi sekutu memberikan efek kejutan.
Dukungan moral umat Muslim dunia juga memperkuat posisi Iran dalam konflik ini meski secara geografis sebenarnya tidak perlu berkonfrontasi dengan Israel.