Deretan Tradisi Pemakaman Unik yang Ekstrim dari Berbagai Negara, Ada yang Dimakan Burung!

Deretan Pemakaman Unik
Sumber :
  • pinterest.com

CianjurPemakaman bukan cuma soal dikubur atau dikremasi. Di banyak negara, cara melepas kepergian orang tercinta bisa sangat berbeda. Ada yang terlihat aneh, tapi penuh makna bagi masyarakatnya.

img_title Deretan Jet Tempur Legendaris Iran yang Masih Terbang Hingga Kini, Ada yang dari Amerika!

Beberapa budaya justru menjadikan pemakaman sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Bukan dengan tangis, tapi dengan cara menyatu kembali dengan alam. Bahkan, ada yang memilih tidak menyentuh tanah sama sekali.

Mulai dari pegunungan Tibet sampai hutan Amazon, tradisi pemakaman ini mencerminkan kepercayaan spiritual yang unik. Setiap ritual punya filosofi mendalam, meski terkesan ekstrem.

img_title Daftar Gaji Prajurit TNI Indonesia Dibanding Tentara Negara Lain di Dunia

Yuk, simak deretan tradisi pemakaman unik dari berbagai negara yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya.

1. Pemakaman Langit di Tibet

img_title 5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!

Dalam ajaran Budha Tibet, tubuh manusia hanya wadah sementara. Setelah meninggal, roh dianggap telah pergi. Karena itu, tubuh tidak dikubur atau dibakar, tapi diletakkan di puncak bukit.

Tubuh dibiarkan di ruang terbuka untuk dimakan burung nasar. Aneh? Justru tidak. Ini dianggap cara paling mulia untuk mengembalikan jasad ke alam.

2. Bayi di Pohon Hidup – Toraja, Indonesia

Di Desa Kambira, Toraja, bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi tidak dikubur. Mereka dimasukkan ke lubang pohon Tara, lalu ditutup dengan serat pohon.

Pohon ini dianggap memiliki getah suci, sebagai simbol air susu ibu. Lambat laun, pohon akan menutup bekas luka dan menyatu kembali dengan tubuh bayi.

3. Dibiarkan Terbuka – Trunyan, Bali

Warga Desa Trunyan punya cara sendiri memakamkan jenazah. Tubuh dibiarkan di atas tanah dalam kurungan bambu, tidak dikubur dan tidak dibakar.

Uniknya, tidak ada bau busuk. Semua berkat pohon Tarumenyan yang punya aroma alami kuat dan dipercaya menetralisir bau kematian.

4. Peti Gantung – China dan Filipina

Suku Bo di China dan suku Igorot di Filipina menggantung peti mati di tebing curam. Makin tinggi letaknya, makin dekat roh dengan langit dan leluhur.

Peti digantung dengan tali atau pasak, kadang diselipkan ke ceruk batu. Sekarang, tradisi ini lebih banyak jadi warisan budaya dan situs wisata sejarah.

5. Abu Dimakan – Suku Yanomami, Brasil

Halaman Selanjutnya
img_title