5 Kendaraan Bantuan Tembakan Paling Menakutkan di Asia Tenggara, Indonesia Punya yang Terbaru!

Kendaraan Bantuan Tembakan Paling Menakutkan di Asia Tenggara
Sumber :
  • YouTube

CianjurKendaraan bantuan tembakan atau Fire Support Vehicle (FSV) menjadi salah satu alutsista andalan militer Asia Tenggara.

img_title Prediksi Deretan Alutsista atau Canggih TNI yang Siap Datang di Tahun 2026

Teknologi persenjataan modern ini dirancang khusus untuk mendukung pasukan infanteri dalam berbagai misi tempur.

Asia Tenggara memiliki beragam kendaraan tempur canggih yang dioperasikan berbagai negara. Kendaraan-kendaraan ini dilengkapi senjata meriam berkaliber besar dan sistem pertahanan yang mumpuni.

img_title 5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!

Kemampuan daya tembak yang luar biasa membuat kendaraan bantuan tembakan menjadi momok menakutkan di medan perang. Selain itu, mobilitas tinggi dan perlindungan armor yang kuat menjadi keunggulan utama alutsista ini.

Perkembangan teknologi militer di kawasan Asia Tenggara terus mengalami kemajuan pesat dalam beberapa dekade terakhir. Mari kita simak lima kendaraan bantuan tembakan paling menakutkan yang beroperasi di kawasan ini.

img_title Vietnam Juara, Ini 5 Negara Asia Tenggara Dengan Personil Militer Terbesar!

1. Sibmas AFSV-90 Malaysia

Sibmas AFSV-90 merupakan kendaraan bantuan tembakan andalan Angkatan Darat Malaysia. Kendaraan buatan Belgia ini telah beroperasi sejak tahun 1980-an dan terbukti tangguh dalam berbagai misi.

Dilengkapi meriam Cockerill Mk3 berkaliber 90mm, Sibmas mampu menembak hingga jarak 6 kilometer. Bobot 16,5 ton dan kecepatan maksimal 100 km/jam membuat kendaraan ini sangat lincah di medan tempur.

2. Tarantula Buatan Korea untuk TNI AD

Tarantula merupakan kendaraan bantuan tembakan kelas berat milik TNI Angkatan Darat. Kendaraan ini dikembangkan Korea Selatan khusus untuk Indonesia dengan bobot mencapai 18 ton.

Senjata utama Tarantula menggunakan meriam Cockerill Mk3 berkaliber 90mm yang sama dengan Sibmas. Keunggulan utamanya adalah kemampuan amfibi yang memungkinkan bergerak di air dengan kecepatan 8 km/jam.

3. EE-9 Cascavel dari Brazil

EE-9 Cascavel merupakan kendaraan pengintaian lapis baja asal Brazil yang dioperasikan Myanmar. Kendaraan ini telah terbukti battle-tested dalam berbagai konflik dunia sejak tahun 1974.

Varian yang digunakan Myanmar dilengkapi meriam berkaliber 90mm dengan bobot lebih ringan 13,4 ton. Meski ringan, EE-9 Cascavel tetap mampu melaju hingga kecepatan 100 km/jam.

4. WMA 301 Tiongkok untuk Myanmar

WMA 301 adalah varian ekspor tank destroyer PTL-02 milik tentara Tiongkok. Myanmar mengoperasikan sekitar 100 unit kendaraan ini sejak tahun 2012 hingga 2015.

Dilengkapi meriam berkaliber 105mm yang kompatibel dengan amunisi NATO, WMA 301 juga dapat meluncurkan rudal anti-tank. Bobot 20 ton dengan kecepatan maksimal 80 km/jam menjadi spesifikasi utamanya.

Halaman Selanjutnya
img_title