5 Pesawat Kontra Pemberontakan Paling Menakutkan di Asia Tenggara, Thailand Jadi yang Terdepan!
- YouTube
Cianjur – Asia Tenggara menjadi kawasan yang cukup dinamis dalam hal keamanan regional. Berbagai negara di kawasan ini memiliki pesawat kontra pemberontakan untuk menjaga stabilitas dalam negeri.
Pesawat kontra pemberontakan atau counter insurgency aircraft memang dirancang khusus untuk operasi anti-pemberontakan. Jenis pesawat tempur ini memiliki karakteristik unik yang berbeda dari pesawat tempur konvensional.
Pesawat militer ini harus memiliki daya tahan lama dan mudah dirawat. Kemampuan beroperasi dari landasan pacu sederhana juga menjadi syarat utama pesawat kontra pemberontakan.
Berikut lima pesawat kontra pemberontakan paling menakutkan yang dioperasikan militer di kawasan Asia Tenggara. Setiap pesawat tempur ini memiliki keunggulan tersendiri dalam menjalankan misi keamanan.
1. AU-23 Peacemaker - Veteran Perang Vietnam
AU-23 Peacemaker merupakan pesawat yang dikembangkan pada tahun 1971 oleh Fairchild Aircraft Amerika. Pesawat ini memiliki dimensi panjang 11,23 meter dan dibekali mesin turboprop bertenaga 650 horsepower.
Kecepatan maksimum pesawat ini mencapai 274 km/jam dengan jarak tempuh 680 kilometer. AU-23 Peacemaker dilengkapi Canon XM-197 berkaliber 20 mm dan berbagai jenis persenjataan eksternal.
2. OV-10 Bronco - Spesialis Anti-Gerilya
OV-10 Bronco dikembangkan oleh North American Rockwell pada tahun 1960-an. Pesawat ini menggunakan konfigurasi sayap tinggi untuk memberikan stabilitas maksimal saat manuver udara.
Dengan dua mesin turboprop, OV-10 Bronco mampu mencapai kecepatan 460 km/jam. Filipina masih mengoperasikan sekitar 7 unit pesawat ini untuk berbagai operasi militer.
3. A-37 Dragonfly - Si Kecil yang Mematikan
A-37 Dragonfly diproduksi oleh Cessna sebagai respon kebutuhan pesawat anti-pemberontakan baru. Meski berukuran kecil dengan panjang 8,6 meter, pesawat ini memiliki 8 titik cantelan senjata.
Dibekali dua mesin turbojet, A-37 Dragonfly mampu melesat hingga 816 km/jam. Vietnam dan Thailand pernah mengoperasikan pesawat ini, namun kini sudah dipensiunkan.
4. AT-6E Wolverine - Teknologi Mutakhir
AT-6E Wolverine merupakan varian terbaru dari keluarga T-6 Texan yang diproduksi Textron Aviation. Pesawat ini mengintegrasikan teknologi fly-by-wire dan cockpit glass modern.
Thailand menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengakuisisi 8 unit AT-6E Wolverine. Kontrak pembelian senilai 143 juta dollar AS ditandatangani pada Dubai Airshow 2021.