Sound Horek Jawa Timur: Fenomena Musik yang Bikin Dinding Rumah Retak!
- id.pinterest.com
Cianjur – Sound horek kini jadi perbincangan hangat di seluruh Indonesia. Fenomena musik dari Jawa Timur ini mampu menciptakan getaran dahsyat yang bisa meretakkan dinding.
Budaya sound horek memang unik dan kontroversial. Tidak hanya soal musik keras, tapi juga tentang gengsi dan kreativitas masyarakat lokal.
Bisnis sound system ini telah menghidupi ribuan keluarga di Jawa Timur. Para teknisi, operator, dan penyewa mendapat penghasilan dari hobi yang satu ini.
Namun dampak negatif sound horek juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Kerusakan properti dan gangguan kesehatan menjadi kekhawatiran utama warga sekitar.
Asal Mula Sound Horek yang Sederhana
Sound horek sebenarnya berawal dari kegiatan komunal sederhana di desa-desa. Mulanya digunakan untuk membangunkan sahur dan memeriahkan takbiran keliling.
Evolusi dimulai saat karnaval Agustusan menjadi ajang unjuk gigi antar desa. Gengsi mulai bermain dan kompetisi volume suara pun dimulai.
Transformasi dari Keras Menjadi Horek
Perubahan besar terjadi ketika fokus bukan lagi pada keras, melainkan horek. Getaran frekuensi rendah yang bisa dirasakan tubuh menjadi tolak ukur utama.
Lahirlah komunitas-komunitas solid dengan acara Battle Sound yang teratur. Para gladiator audio diadu kekuatannya dalam pertarungan gengsi yang sengit.
Dampak Positif Bagi Ekonomi Lokal
Bisnis persewaan sound system menghidupi banyak keluarga di Jawa Timur. Lapangan kerja tercipta untuk teknisi, operator, hingga sopir angkutan.
Bagi masyarakat, ini adalah hiburan rakyat yang murah meriah. Pesta sound horek mempererat solidaritas dan menjadi panggung kreativitas tanpa batas.
Sisi Gelap yang Meresahkan
Getaran dahsyat sound horek menjadi teror bagi sebagian warga. Dinding rumah retak, genting berjatuhan, dan kaca jendela pecah bukanlah cerita bohong.
Polusi suara ekstrem mengganggu ketenangan, terutama bagi orang sakit dan anak-anak. Risiko kerusakan pendengaran permanen juga mengintai operator dan penonton setia.
Fatwa MUI dan Regulasi Pemerintah
Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur mengeluarkan fatwa pada 2024. Sound horek bisa menjadi haram jika terbukti menimbulkan mudarat atau kerusakan.
Polisi di berbagai daerah mulai melakukan razia dan membatasi volume. Jam operasional juga diperketat untuk mengurangi gangguan masyarakat.