Benarkah Rusia Mau Bikin Pangkalan Militer di Papua Indonesia?
- YouTube
Cianjur – Kabar tentang rencana pangkalan militer Rusia di Papua sempat bikin heboh dunia internasional. Media luar negeri ramai memberitakan kemungkinan pesawat bomber strategis Rusia bakal parkir di Indonesia.
Isu ini muncul setelah beredar kabar bahwa pemerintah Indonesia memberikan izin kepada Rusia. Pangkalan udara Manuhua di Kabupaten Biak Numfor, Papua, disebut-sebut jadi lokasi strategis yang dipilih.
Tentu saja berita ini langsung bikin geger berbagai pihak, terutama Australia. Jarak pangkalan tersebut hanya sekitar 1.400 km dari Darwin, wilayah utara Australia.
Tapi apakah benar Indonesia mengizinkan Rusia membangun pangkalan militer di tanah air? Mari kita cari tahu faktanya yang sebenarnya!
Informasi ini dilansir dari YouTube Update Pro.
Media Internasional Ramai Memberitakan Rencana Rusia
Media Australia ABC pada 16 April 2025 merilis artikel berjudul "Russia Working Quietly on Indonesia Military Ties Before Airbase Storm". Artikel ini menyebutkan Rusia mengajukan usul pangkalan militer di Papua kepada pemerintah Indonesia.
Situs Amerika Serikat, Jane's, juga memberitakan hal serupa pada 14 April 2025. Mereka menyebut Rusia ingin menempatkan pesawat jarak jauh termasuk bomber strategis Tupolev TU-95 di pangkalan udara Manuhua.
Pesawat Bomber TU-95 yang Bikin Geger Dunia
Tupolev TU-95 yang dijuluki "Bear" oleh NATO bukanlah pesawat biasa. Ini adalah salah satu bomber strategis paling ikonik dan mematikan yang mampu membawa senjata nuklir.
Pesawat ini bisa menempuh jarak interkontinental tanpa perlu mengisi bahan bakar. Kehadirannya di Indonesia yang netral tentu menimbulkan pertanyaan besar tentang strategi geopolitik Rusia.
Australia Khawatir dengan Jarak yang Terlalu Dekat
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengonfirmasi pemerintahnya tengah mencari informasi jelas. Australia khawatir karena jarak pangkalan tersebut sangat dekat dengan wilayah mereka.
Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles bahkan berkomunikasi langsung dengan Menhan Indonesia. Mereka ingin memastikan kebenaran kabar yang beredar luas di media internasional.
Kementerian Pertahanan Indonesia Buka Suara
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, membantah kabar tersebut. Indonesia sejauh ini belum menerima permintaan resmi dari Rusia untuk membangun pangkalan militer.