Sempat Viral, Ini 7 Fakta Menarik Tentang Ogoh-Ogoh Bali yang Penuh Makna dan Mitos!

Ogoh-ogoh Bali
Sumber :
  • pinterest.com

Cianjur – Ogoh-ogoh adalah patung raksasa khas Bali yang selalu tampil mencolok menjelang Hari Raya Nyepi. Tradisi ini menyimpan banyak fakta menarik yang belum banyak diketahui orang.

img_title Nikmati Bali Tanpa Ribet : 10 Destinasi Populer yang Cocok dengan Sewa Mobil

Setiap tahun, parade ogoh-ogoh selalu dinanti dan sering jadi konten viral di media sosial. Warga dan wisatawan sama-sama antusias menyaksikan kemegahannya.

Keberadaan ogoh-ogoh di Bali bukan hanya soal seni dan kreativitas. Di balik bentuknya yang menyeramkan, ada makna spiritual yang dalam.

img_title Mesin Helical Engine NASA Bisa Terbang Mendekati Kecepatan Cahaya, Benarkah?

Banyak mitos berkembang seputar ogoh-ogoh, mulai dari kisah roh jahat hingga simbol pertarungan batin manusia. Semua itu menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Bali.

1. Simbol Pembersihan Diri dan Lingkungan

img_title Fakta dan Mitos Biji Mahoni yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mengonsumsinya

Ogoh-ogoh melambangkan sifat jahat dan energi negatif dalam kehidupan. Dibakar sebagai lambang pengusiran semua hal buruk.

Tradisi ini menjadi simbol awal yang bersih untuk menyambut tahun baru Saka. Jiwa dan lingkungan diharapkan kembali suci.

2. Diarak Saat Malam Pangrupukan

Malam sebelum Nyepi disebut malam Pangrupukan. Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa atau kota dalam suasana meriah.

Tabuhan musik dan sorak warga menyemarakkan arak-arakan. Setelah itu, Bali memasuki keheningan total selama Nyepi.

3. Dibuat oleh Sanggar dan Komunitas Seniman

Ogoh-ogoh dibuat secara kolektif oleh komunitas seni atau sanggar. Biasanya memakan waktu satu hingga tiga bulan.

Setiap sanggar ingin membuat Ogoh-ogoh yang paling menarik dan bermakna. Kreativitas menjadi kunci utama.

4. Ada Versi Mini Bernama Ogoh-Ogoh Anak

Anak-anak juga ikut terlibat dalam tradisi ini. Mereka membuat Ogoh-ogoh kecil yang disebut Ogoh-ogoh anak.

Meski ukurannya kecil, maknanya tetap besar. Anak-anak belajar seni sekaligus nilai-nilai budaya.

5. Tradisi Ini Kini Menyebar ke Daerah Lain

Ogoh-ogoh tidak hanya ada di Bali. Beberapa kota lain juga mulai melestarikannya lewat parade yang mirip.

Masyarakat luar Bali mengadopsinya sebagai bagian dari toleransi dan penghargaan budaya.

6. Tema Modern Ikut Meramaikan

Kini, Ogoh-ogoh tidak hanya bertema raksasa tradisional. Ada juga yang mengambil inspirasi dari superhero dan tokoh populer.

Tetapi Ogoh-ogoh tradisional tetap paling disukai. Karena nilainya dianggap lebih dalam dan sakral.

Halaman Selanjutnya
img_title