Lima Pesawat Tempur Eksklusif Asia Tenggara yang Bikin Negara Lain Iri!
- YouTube
Cianjur – Dunia militer Asia Tenggara semakin menarik dengan kehadiran pesawat tempur canggih yang super eksklusif. Beberapa negara di kawasan ini memiliki jet tempur yang tidak dimiliki tetangga mereka.
Teknologi penerbangan militer terus berkembang pesat di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Modernisasi angkatan udara menjadi prioritas utama bagi negara-negara kawasan.
Persaingan kekuatan udara semakin ketat dengan hadirnya pesawat tempur generasi terbaru. Lima jet tempur eksklusif ini menjadi kebanggaan masing-masing negara pemiliknya.
Harga yang fantastis dan teknologi canggih membuat pesawat-pesawat ini sangat langka di kawasan. Mari kita lihat lima pesawat tempur paling menakutkan yang hanya dimiliki satu negara di Asia Tenggara.
1. JF-17 Thunder Myanmar
Myanmar menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengoperasikan JF-17 Thunder sejak 2018. Pesawat tempur generasi 4 plus ini merupakan hasil kerja sama Pakistan dan Tiongkok.
Angkatan udara Myanmar memiliki 13 unit JF-17 standar dengan 3 unit tambahan dalam pemesanan. Kontrak senilai 560 juta dolar AS ditandatangani pada Juli 2015.
JF-17 memiliki panjang 14,32 meter dengan kecepatan maksimum Mach 1,6. Jangkauan tempurnya mencapai 900 kilometer dengan kapasitas senjata 3,4 ton di 8 titik cantelan.
2. F/A-18D Hornet Malaysia
Malaysia menjadi pengguna tunggal F/A-18D Hornet di Asia Tenggara sejak 1997. Tentara Udara Diraja Malaysia mengoperasikan 8 unit varian dua kursi ini.
Pesawat buatan McDonald Douglas dan Northrop ini ditempatkan di Squadron 18 Butterworth, Penang. Meski berusia lebih dari dua dekade, Hornet tetap menjadi tulang punggung TUDM.
F/A-18D memiliki panjang 17,1 meter dengan kecepatan maksimum Mach 1,8. Radius tempurnya sekitar 740 kilometer dengan kapasitas senjata 6,2 ton di 9 titik cantelan.
3. JAS 39 Gripen Thailand
Thailand menjadi pengguna eksklusif Gripen di Asia Tenggara dengan 11 unit yang masih aktif. Angkatan Udara Kerajaan Thailand mengakuisisi pesawat Swedia ini pada 2007.
Thailand memesan 8 unit Gripen C kursi tunggal dan 4 unit Gripen D kursi ganda. Pesawat-pesawat ini ditempatkan di Wing 7 Pangkalan Udara Suratani.
Gripen memiliki panjang 14,9 meter dengan kecepatan maksimum Mach 2. Jangkauan tempurnya sekitar 800 kilometer dengan kapasitas senjata 5,3 ton di 8 titik cantelan.