Wah, 5 Alutsista Perancis Ini Bikin Negara Asia Tenggara Makin Kuat dan Disegani!
- YouTube
Cianjur – Siapa sangka negara Asia Tenggara punya persenjataan canggih buatan Perancis yang bikin takjub dunia. Alutsista Perancis memang terkenal dengan teknologi tinggi dan sudah teruji di berbagai medan perang.
Perancis jadi salah satu pemasok senjata terbesar ke kawasan Asia Tenggara selama bertahun-tahun. Banyak negara di sini yang memilih teknologi tempur buatan Perancis untuk memperkuat pertahanan mereka.
Kerja sama strategis bidang pertahanan antara Perancis dan negara Asia Tenggara semakin erat belakangan ini. Alutsista Perancis yang canggih jadi pilihan utama karena reputasinya yang sudah terbukti gahar.
Dari meriam artillery sampai pesawat tempur generasi terbaru, semuanya ada di kawasan ini. Mari kita lihat lima alutsista Perancis paling menakutkan yang dioperasikan negara Asia Tenggara.
1. Caesar - Meriam Artillery yang Lincah dan Mematikan
Meriam Caesar merupakan sistem artillery self-propelled yang dikembangkan KNDS France. Senjata ini dirancang di atas truk 6x6 atau 8x8 agar bisa bergerak cepat setelah menembak.
Caesar menggunakan laras kaliber 155 mm standar NATO dengan jangkauan 40 km. Jika pakai amunisi pintar, jangkauannya bisa mencapai 55 km lebih.
Keunggulan Caesar terletak pada mobilitasnya yang tinggi dan mudah diangkut pesawat C130. Meriam ini bisa dioperasikan hanya 5-8 orang dan mampu menembak 6 peluru dalam 1 menit.
Thailand mulai pakai Caesar sejak 2010 sebanyak 6 unit. Indonesia menyusul dengan membeli 55 unit Caesar pada 2012 untuk memperkuat TNI AD.
2. Aster 30 SAMP/T - Sistem Pertahanan Udara Super Canggih
Aster 30 SAMP/T adalah sistem pertahanan udara buatan Eurosam yang berbasis di Prancis. Sistem ini dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman udara seperti jet tempur hingga rudal balistik.
Rudal Aster 30 punya sistem pemandu aktif dan kemampuan manuver tinggi. Jangkauannya mencapai 150 km dengan kecepatan hingga Mach 4,5.
SAMP/T didukung radar multifungsi yang bisa melacak banyak sasaran sekaligus. Sistem ini juga bisa terintegrasi ke jaringan pertahanan yang lebih besar.
Singapura jadi satu-satunya operator SAMP/T di Asia Tenggara. Mereka punya sekitar 12 peluncur atau 3-4 baterai lengkap dengan radar Arabel.