Indonesia Siap Operasi Militer untuk Selamatkan WNI di Myanmar?
- YouTube
Cianjur – Belakangan ini, hubungan Indonesia dan Myanmar memanas karena penahanan seorang warga negara Indonesia (WNI). Pemerintah Indonesia kini mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk operasi militer selain perang untuk menyelamatkan warganya.
Kasus ini melibatkan seorang selebgram berinisial AP yang ditahan junta militer Myanmar sejak Desember 2024. Dia dituduh mendukung kelompok oposisi bersenjata dan divonis penjara 7 tahun di penjara Insinyanggon.
Situasi WNI di Myanmar memang memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan WNI telah menjadi korban sindikat penipuan daring yang beroperasi di wilayah konflik Myanmar.
Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan, pada Maret 2025 sebanyak 554 WNI berhasil dievakuasi melalui Thailand. Sebelumnya, 84 WNI juga dipulangkan pada Februari 2025, namun masih ada puluhan WNI lain yang berada dalam kondisi rentan.
Informasi ini dilansir dari YouTube Studio Langit.
Diplomasi Jadi Prioritas Utama
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan melalui Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Yangon.
Namun, jika diplomasi menemui jalan buntu, DPR mendorong pemerintah mempertimbangkan OMSP (Operasi Militer Selain Perang). Opsi ini diatur dalam Pasal 7 ayat 2 huruf B angka 16 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Apa Itu OMSP?
OMSP mencakup pendekatan militer diplomatik seperti koordinasi intelijen dan negosiasi antar militer. Operasi ini juga bisa melibatkan evakuasi bersenjata jika memang diperlukan untuk menyelamatkan WNI.
Tujuan utama OMSP adalah melindungi keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri. Ini bukan perang terbuka, melainkan operasi terbatas dengan misi kemanusiaan.
Peluang Keberhasilan TNI
Dari sisi kemampuan militer, TNI dinilai memiliki peluang tinggi jika melakukan operasi terbatas. Pasukan elit seperti Kopassus, Denjaka, dan SAT 81 Gultor punya pengalaman internasional yang diakui dunia.
Contohnya, TNI pernah berhasil membebaskan sandera WNI di Filipina dari kelompok Abu Sayyaf pada 2016-2017. Operasi serupa bisa diterapkan untuk kasus Myanmar dengan fokus pembebasan atau evakuasi WNI.
Myanmar vs Indonesia
Secara keseluruhan, TNI lebih unggul dibanding militer Myanmar (Tatmadaw). Myanmar memiliki sekitar 400.000 pasukan aktif, tapi mengalami degradasi akibat desersi dan konflik internal.