Indonesia Siap Operasi Militer untuk Selamatkan WNI di Myanmar?

Indonesia Siap Operasi Militer untuk Selamatkan WNI di Myanmar
Sumber :
  • YouTube

Cianjur – Belakangan ini, hubungan Indonesia dan Myanmar memanas karena penahanan seorang warga negara Indonesia (WNI). Pemerintah Indonesia kini mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk operasi militer selain perang untuk menyelamatkan warganya.

img_title Kapal Pemecah Es Militer Ivan Papanin Rusia Tembus Es 1,7 Meter Tebal, Bawa Rudal Kalibr dan Kh-35 Uran Jaga Arktik!

Kasus ini melibatkan seorang selebgram berinisial AP yang ditahan junta militer Myanmar sejak Desember 2024. Dia dituduh mendukung kelompok oposisi bersenjata dan divonis penjara 7 tahun di penjara Insinyanggon.

Situasi WNI di Myanmar memang memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan WNI telah menjadi korban sindikat penipuan daring yang beroperasi di wilayah konflik Myanmar.

img_title Su-34 Rusia Luncurkan Rudal Kh-38 ke Kharkiv, Bagaimana Serangan Presisi Ini Guncang Ukraina!

Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan, pada Maret 2025 sebanyak 554 WNI berhasil dievakuasi melalui Thailand. Sebelumnya, 84 WNI juga dipulangkan pada Februari 2025, namun masih ada puluhan WNI lain yang berada dalam kondisi rentan.

Informasi ini dilansir dari YouTube Studio Langit.

img_title XM30 MICV Pengganti Bradley, Kendaraan Tempur Infanteri Masa Depan Angkatan Darat AS!

Diplomasi Jadi Prioritas Utama

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan melalui Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Yangon.

Namun, jika diplomasi menemui jalan buntu, DPR mendorong pemerintah mempertimbangkan OMSP (Operasi Militer Selain Perang). Opsi ini diatur dalam Pasal 7 ayat 2 huruf B angka 16 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.

Apa Itu OMSP?

OMSP mencakup pendekatan militer diplomatik seperti koordinasi intelijen dan negosiasi antar militer. Operasi ini juga bisa melibatkan evakuasi bersenjata jika memang diperlukan untuk menyelamatkan WNI.

Tujuan utama OMSP adalah melindungi keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri. Ini bukan perang terbuka, melainkan operasi terbatas dengan misi kemanusiaan.

Peluang Keberhasilan TNI

Dari sisi kemampuan militer, TNI dinilai memiliki peluang tinggi jika melakukan operasi terbatas. Pasukan elit seperti Kopassus, Denjaka, dan SAT 81 Gultor punya pengalaman internasional yang diakui dunia.

Contohnya, TNI pernah berhasil membebaskan sandera WNI di Filipina dari kelompok Abu Sayyaf pada 2016-2017. Operasi serupa bisa diterapkan untuk kasus Myanmar dengan fokus pembebasan atau evakuasi WNI.

Myanmar vs Indonesia

Secara keseluruhan, TNI lebih unggul dibanding militer Myanmar (Tatmadaw). Myanmar memiliki sekitar 400.000 pasukan aktif, tapi mengalami degradasi akibat desersi dan konflik internal.

Halaman Selanjutnya
img_title