Indonesia Punya Kapal Selam Tanpa Awak Pertama, Turki Tawarkan Sistem Pertahanan Canggih Steel Dome!
- YouTube
Cianjur – Dunia pertahanan Indonesia kembali mencuri perhatian dengan dua kabar menggembirakan. PT PAL Indonesia resmi meluncurkan kapal selam tanpa awak pertama buatan anak bangsa yang dinamakan XSHOT.
Di sisi lain, Turki melalui perusahaan Aselsan menawarkan sistem pertahanan udara Steel Dome kepada Indonesia. Kedua teknologi pertahanan ini menandai langkah maju Indonesia dalam modernisasi alutsista.
Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dikabarkan hadir langsung dalam presentasi Steel Dome. Sistem pertahanan canggih ini disebut-sebut sebagai tandingan Iron Dome milik Israel.
Inovasi teknologi militer ini membuktikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen alutsista. Negara kita kini mulai aktif mengembangkan dan memproduksi sistem pertahanan modern sendiri.
Informasi ini dilansir dari YouTube Studio Langit.
Steel Dome: Sistem Pertahanan Udara Berlapis dari Turki
Steel Dome merupakan sistem pertahanan udara berlapis yang menggabungkan berbagai teknologi mutakhir. Sistem ini terdiri dari senjata anti-udara, radar canggih, dan rudal dengan jangkauan berbagai ketinggian.
Pusat komando Steel Dome dilengkapi kecerdasan buatan yang mampu memproses ribuan data secara real-time. Jaringan komunikasi militernya terpadu dari darat hingga orbit satelit.
Untuk ancaman ketinggian rendah seperti drone kamikaze, Steel Dome mengandalkan senjata laras cepat CIWS. Sistem ini bisa dipasang di kendaraan dan siap siaga setiap saat.
Level menengah menggunakan rudal Hisar-A dan Hisar-O untuk menghadapi rudal jelajah dan pesawat tempur. Sedangkan perlindungan strategis ketinggian maksimal menggunakan rudal Siper Blok 1.
Turki juga menawarkan teknologi pendukung lainnya seperti sistem rudal hibrida Gurs dan senjata laser. Sistem pertahanan kapal Gokdeniz juga termasuk dalam paket penawaran.
XSHOT: Kapal Selam Otonom Tanpa Awak Buatan PT PAL
XSHOT adalah kapal selam tanpa awak pertama buatan Indonesia yang dirancang untuk operasi bawah laut TNI AL. Kapal selam otonom ini memiliki tiga varian utama dengan fungsi berbeda.
Varian pertama adalah pengintai yang dirancang untuk misi pengintaian senyap di perairan dalam. Varian kedua adalah kamikaze yang dikendalikan untuk menghantam target.
Varian ketiga adalah peluncur torpedo yang dilengkapi dua torpedo berat untuk serangan strategis. Bobot XSHOT mencapai 37 ton dengan panjang 15 meter.