Cerita-cerita Misteri Makhluk Mitologi Jawa, Beneran Ada atau Cuma Mitos?
- pinterest.com
Cianjur – Pulau Jawa tidak cuma padat penduduk, tapi ternyata juga kaya banget sama cerita mistis. Dari gunung sampai sungai, semuanya punya kisah yang bikin merinding.
Makhluk mitologi di Jawa itu banyak, dan sebagian bahkan masih dipercaya sampai sekarang. Beberapa cerita di antaranya bahkan dikenal sebagai mitos yang melagenda di luar Indonesia loh.
Cerita makhluk mitologi Jawa ini turun temurun dari zaman dulu. Tidak heran kalau masih banyak yang penasaran dan percaya sama kisah mistis ini.
Dari kelelawar raksasa sampai manusia berkepala anjing, semua punya sisi misteri, unik dan menyeramkan. Yuk simak siapa aja sih makhluk mitologi dari Pulau Jawa yang paling ikonik!
1. Ahol, Kelelawar Raksasa dari Gunung Salak
Ahol digambarkan sebagai kelelawar super besar dengan sayap sampai 8 meter. Berasal dari Jawa Barat, konon dia tinggal di gua dekat air terjun dan aktif malam hari.
Matanya besar, bulunya abu-abu, dan kakinya kebalik. Dia makan ikan, tapi bisa menyerang manusia kalau terancam.
Suara khasnya “aho!” jadi asal nama Ahol. Bahkan peneliti Belanda dulu ngaku pernah lihat langsung makhluk ini.
Beberapa orang bilang Ahol mungkin cuma hewan langka. Tapi teori lain menyebut dia makhluk purba yang belum punah.
2. Kuda Sembrani, Pegasus-nya Tanah Jawa
Kuda bersayap ini dipercaya sebagai tunggangan Dewa Wisnu dan Sultan Agung. Katanya bisa terbang jauh cuma dengan satu kepakan sayapnya.
Masyarakat percaya jejaknya masih bisa ditemukan di Gunung Kidul dan Gunung Merbabu. Bahkan air di bekas tapaknya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.
Konon kuda ini cuma mau makan rumput dari Arab. Sampai Ki Bodo harus pergi ke Mekkah tiap hari buat ngasih makan.
3. Wewe Gombel, Penculik Anak yang Terlupakan
Wewe Gombel adalah roh perempuan yang meninggal tragis karena dikhianati.
Ia sering nyulik anak-anak yang diabaikan oleh orang tuanya.
Anak-anak dibawa ke alam lain dan dipaksa makan makanan yang ternyata kotoran. Tujuannya biar anak-anak bisu dan nggak bisa cerita apa yang mereka alami.