Anggaran Pertahanan Indonesia Naik 50 Persen? KF-21 Boramae Juga Makin Mahal!
- YouTube
Cianjur – Kabar terbaru dari dunia pertahanan Indonesia memang bikin penasaran. Anggaran pertahanan Indonesia untuk tahun 2025 mengalami lonjakan yang cukup fantastis.
Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai hampir 50 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi ini tentu saja menarik perhatian banyak pihak, terutama masyarakat yang ingin tahu alasan di balik kebijakan ini.
Di sisi lain, jet tempur KF-21 Boramae yang menjadi andalan masa depan juga mengalami kenaikan harga. Kedua hal ini saling berkaitan dengan kondisi global yang semakin tidak menentu.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi dengan anggaran pertahanan kita? Mari kita bahas secara lengkap dan mudah dipahami.
Informasi ini dilansir dari YouTube Studio Langit.
Lonjakan Anggaran Pertahanan yang Mencengangkan
Berdasarkan laporan resmi Kementerian Keuangan kepada DPR, anggaran pertahanan Indonesia tahun 2025 mencapai Rp 245,24 triliun. Angka ini melonjak drastis dari sebelumnya yang hanya Rp 161 triliun.
Kenaikan hampir Rp 80 triliun ini bukan angka main-main. Hingga pertengahan tahun, realisasi penggunaannya sudah mencapai Rp 102,2 triliun atau sekitar 61,6 persen.
Alokasi Dana untuk Berbagai Kebutuhan Strategis
Dana sebesar itu dialokasikan untuk beberapa kepentingan vital. Pertama, pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang strategis.
Kedua, modernisasi berbagai peralatan militer baik alutsista maupun non-alutsista. Ketiga, penguatan organisasi dan sumber daya manusia TNI beserta pengelolaan aset negara.
Kondisi Global yang Mempengaruhi Kebijakan
Peningkatan anggaran ini tidak lepas dari kondisi dunia yang semakin tidak stabil. Perang Rusia-Ukraina yang belum usai menjadi salah satu faktor utama.
Konflik terbuka antara Iran dan Israel pada Juni 2025 juga turut mempengaruhi. Negara-negara NATO bahkan meningkatkan anggaran pertahanannya hingga 5 persen dari PDB.
Perbandingan dengan Standar Internasional
Indonesia dengan anggaran Rp 245,24 triliun baru menyentuh sekitar 1,1 persen dari PDB nasional. Angka ini masih jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 2,3 persen.
Jika ingin menyamai standar NATO, anggaran pertahanan kita bisa tembus lebih dari Rp 1.155 triliun. Namun, setiap negara memiliki strategi dan prioritas yang berbeda-beda.
KF-21 Boramae dan Kenaikan Harganya
Jet tempur KF-21 Boramae hasil kolaborasi Korea Selatan dan Indonesia juga mengalami kenaikan harga. Dari semula sekitar 90 juta dollar Amerika, kini melonjak menjadi 110 juta dollar.