China Bongkar Rahasia Brand Mewah Dunia, Amerika Langsung Panik Berat!
- id.pinterest.com
Cianjur – Perang dagang antara China dan Amerika Serikat kembali memanas dengan cara yang tak terduga. Kali ini, China menggunakan strategi unik yang membuat dunia tercengang.
Negeri Tirai Bambu tidak hanya membalas tarif Trump yang mencapai 245 persen. Mereka juga membongkar rahasia besar industri fashion mewah dunia.
Video viral di media sosial menunjukkan fakta mengejutkan tentang brand-brand terkenal. Tas mewah seperti Hermes yang dijual ratusan juta rupiah ternyata diproduksi di China dengan biaya sangat murah.
Strategi China ini bukan sekadar balasan ekonomi biasa. Mereka ingin menunjukkan dominasi manufaktur mereka kepada dunia.
Informasi ini dilansir dari YouTube Republika Mahasiswa.
China Bongkar Rahasia Tas Mewah Seharga Ratusan Juta
Kreator China di TikTok mengungkap fakta mencengangkan tentang industri fashion mewah. Tas Hermes Birkin seharga 650 juta rupiah ternyata hanya membutuhkan biaya produksi 23,5 juta rupiah di China.
Video-video viral ini menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen tas mewah dunia diproduksi di China. Brand-brand terkenal seperti Louis Vuitton hingga Lulu Lemon menggunakan pabrik yang sama dengan bahan identik.
Perbedaan harga yang fantastis ini terjadi karena faktor branding dan logo. Barang yang sama bisa dijual puluhan kali lipat hanya karena diberi label brand mewah.
Amerika Terapkan Tarif 245 Persen, China Santai Saja
Trump menaikkan tarif impor China hingga 245 persen sebagai respons perang dagang. Tarif tertinggi ini diterapkan pada kendaraan listrik dan berbagai produk China lainnya.
Mobil listrik China seharga 100 juta rupiah akan dijual 345 juta rupiah di Amerika. Kebijakan ini bertujuan melindungi Tesla dan perusahaan Amerika lainnya.
Namun China merespons dengan tenang melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri. Mereka menyatakan siap menghadapi situasi ini tanpa bergantung pada pasar Amerika.
China Balas dengan Hentikan Ekspor Logam Langka dan Boeing
Sebagai balasan, China menghentikan pembelian pesawat Boeing dari Amerika. Keputusan ini langsung membuat saham Boeing anjlok 3 persen dalam sehari.
China juga menghentikan ekspor logam tanah jarang yang vital untuk industri teknologi Amerika. Mineral ini dibutuhkan untuk produksi iPhone hingga kendaraan listrik.