Prediksi Perang Dunia Ketiga Mulai Muncul, Benarkah Amerika dan Iran Jadi Pemicunya?
- YouTube
Cianjur – Belakangan ini, banyak yang membicarakan kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga. Isu ini mencuat setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas di Timur Tengah.
Berbagai prediksi perang dunia ketiga mulai bermunculan dari para ahli internasional. Mereka melihat pola ketegangan yang mirip dengan kondisi sebelum perang besar terjadi di masa lalu.
Konflik Iran dan Amerika kini melibatkan sekutu-sekutu besar dari kedua belah pihak. Situasi ini membuat banyak negara khawatir akan dampak global yang bisa terjadi.
Ketegangan Timur Tengah saat ini dinilai berbeda dari konflik-konflik sebelumnya. Adanya ancaman senjata nuklir dan dukungan negara adikuasa membuat situasi semakin rumit.
Informasi ini dilansir dari YouTube Republika Mahasiswa.
Ultimatum Rusia dan China yang Diabaikan Amerika
Sebelum melakukan serangan, Amerika Serikat mendapat peringatan keras dari Rusia dan China. Kedua negara ini meminta Washington untuk tidak ikut campur dalam konflik Israel-Iran secara militer.
Operasi Midnight Hammer dan Respons Iran
Meski mendapat peringatan, Trump tetap meluncurkan operasi bernama Midnight Hammer. Serangan ini menggunakan jet tempur siluman B-2 Spirit yang menyasar tiga fasilitas nuklir Iran.
Target serangan meliputi fasilitas di Natanz, Isfahan, dan Fordow. Trump mengklaim operasi ini berhasil menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Iran.
Dukungan Penuh Rusia untuk Iran
Dmitry Medvedev menyebut serangan Amerika justru mendekatkan Iran dengan senjata nuklirnya. Rusia juga memberikan ultimatum agar Amerika tidak menyerang pemimpin Iran, Ayatullah Khamenei.
Dukungan nyata terlihat dari kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Moskow. Abbas Araghchi akan melakukan negosiasi dengan Putin untuk mendapat bantuan segera.
China Siap Menggantikan Peran Amerika
China menilai dunia akan lebih baik tanpa kehadiran Amerika Serikat. Negara tirai bambu ini bahkan mulai memberikan bantuan militer secara diam-diam kepada Iran.
Beberapa pesawat kargo China terlihat hilang dari radar saat memasuki wilayah Iran. Fox News melaporkan setidaknya lima penerbangan kargo China menghilang dalam seminggu terakhir.
Korea Utara Bersiap Kirim Pasukan
Kim Jong Un menjadi pemimpin yang paling marah atas serangan terhadap Iran. Korea Utara bahkan mengancam akan menyerang Israel secara langsung jika terus mendapat dukungan Amerika.