Senjata Canggih Barat Sia-sia di Tangan Ukraina, Ini Bukti Nyatanya?
- id.pinterest.com
Cianjur – Konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut dengan dinamika yang mengejutkan. Amerika Serikat baru-baru ini membekukan dana bantuan militer untuk Ukraina. Keputusan ini memberikan keuntungan strategis bagi Putin di medan perang.
Pasukan Ukraina dilaporkan meninggalkan peralatan militer canggih di wilayah Kursk. Senjata-senjata terbaik dari sekutu Barat kini jatuh ke tangan Rusia. Situasi ini menunjukkan kemunduran luar biasa bagi Ukraina dalam konflik ini.
Kemampuan pasukan Ukraina menggunakan teknologi Barat mulai dipertanyakan. Puluhan hingga ratusan unit persenjataan canggih gagal dipertahankan. Hal ini membuat bantuan dari negara-negara Barat tampak sia-sia belaka.
Peralatan militer yang dirampas Rusia kini digunakan melawan Ukraina sendiri. Ironi ini memperburuk posisi strategis Ukraina di medan perang. Putin berhasil memanfaatkan senjata musuh untuk kepentingan sendiri.
Informasi ini dilansir dari YouTube Republika Mahasiswa.
Tank Abrams Amerika Jadi Incaran Utama
Tank Abrams buatan Amerika menjadi primadona yang berakhir tragis. Video viral menunjukkan tank ini diderek oleh pasukan Rusia di Kursk. Amerika Serikat telah menyumbangkan 31 unit tank Abrams untuk Ukraina.
Rusia berhasil menghancurkan dan merampas 20 unit hingga September 2024. Tank yang sempat disebut "pengubah jalan perang" ini tidak memenuhi ekspektasi. Pejabat Ukraina bahkan menarik sisa tank Abrams dari medan perang.
Kendaraan Tempur M2 Bradley Ikut Jadi Korban
Kendaraan tempur M2 Bradley seberat 30 ton juga bernasib sama. Pemerintahan Biden mengirimkan lebih dari 300 unit ke Ukraina. Unit-unit ini didistribusikan ke berbagai batalyon untuk mendukung operasi militer.
Ukraina telah kehilangan setidaknya 80 unit M2 Bradley di medan perang. Lima unit dalam kondisi baik kini berada di tangan Rusia. Pasukan Putin bahkan menggunakan Bradley rampasan untuk melawan Ukraina.
Howitzer M77 Inggris Mudah Ditargetkan
Howitzer M77 buatan Inggris merupakan meriam artileri berat 155 mm. Senjata ini dapat menembakkan peluru hingga jarak 19 mil. Ukraina menerima sekitar 200 unit dari Inggris sejak musim semi 2022.
Keberadaan howitzer di mana-mana membuatnya rentan serangan balasan. Rusia kerap menjadikan M77 sebagai target prioritas karena mudah terdeteksi. Ukraina tercatat kehilangan 55 unit howitzer M77 selama 37 bulan perang.