Kamboja Dijuluki 'Neraka Dunia', Ini Fakta Unik Lain Negara Kamboja
- id.pinterest.com
Cianjur – Pernahkah kamu mendengar tentang negara Kamboja yang pernah dijuluki "neraka dunia"?
Sejarah kelam Kamboja memang mencengangkan banyak orang.
Namun, di balik masa lalu yang pahit, negara ini menyimpan keajaiban budaya yang memukau dunia.
Banyak yang tidak tahu bahwa Kamboja memiliki Angkor Wat, candi terbesar di dunia.
Perjalanan transformasi negara ini sungguh menginspirasi. Mari kita telusuri kisah menarik di balik julukan kontroversial tersebut.
Masa Kelam di Bawah Khmer Merah
Periode paling gelap dalam sejarah Kamboja terjadi antara 1975-1979.
Saat itu, Partai Komunis Kamboja atau Khmer Merah berkuasa dengan dipimpin Pol Pot. Rezim ini menerapkan kebijakan ekstrem yang sangat mengerikan.
Sekitar 2,5 juta jiwa dibantai selama periode tersebut. Bahkan mata uang dan pengobatan barat dilarang total oleh pemerintahan yang brutal ini.
Perjalanan Menuju Kemerdekaan
Kamboja meraih kemerdekaan dari Perancis pada 9 November 1953. Kini negara ini menjadi kerajaan konstitusional di bawah Raja Norodom Sihamoni.
Meskipun demikian, tantangan ekonomi masih menghadang dengan PDB hanya 28 miliar dolar.
Status sebagai negara termiskin di Asia Tenggara memang memprihatinkan. Namun, kekayaan budaya dan sejarahnya tak ternilai harganya.
Keajaiban Angkor Wat dan Danau Tonle Sap
Angkor Wat menjadi kebanggaan utama Kamboja sebagai candi terbesar di dunia. UNESCO pun mengakuinya sebagai situs warisan dunia yang wajib dilestarikan.
Danau Tonle Sap juga tak kalah menarik sebagai danau air tawar terbesar di Asia Tenggara.
Yang unik, aliran air danau ini berubah arah dua kali setahun. Fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.
Budaya dan Tradisi Unik
Populasi Kamboja mencapai 16,59 juta jiwa pada 2021 dengan suku Khmer yang terkenal ramah.
Tradisi unik seperti perayaan tahun baru di bulan April masih dijalankan hingga kini.
Kebiasaan melepas alas kaki sebelum masuk rumah atau tempat ibadah juga mencerminkan budaya lokal.
Suku Kreo memiliki tradisi kontroversial bernama "gubuk cinta" yang menuai pro dan kontra.
Meski bertujuan mengajarkan tanggung jawab, tradisi ini dianggap tidak sesuai norma masyarakat konservatif.