Kenapa Negara-Negara Besar Berebut Pengaruh di Suriah? Ini Alasan Sebenarnya!

Area Suriah
Sumber :
  • id.pinterest.com

Cianjur – Konflik Suriah yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade ternyata bukan sekadar perang saudara biasa. Banyak negara besar yang ikut campur dan punya kepentingan tersembunyi di balik konflik ini.

img_title Daftar Gaji Prajurit TNI Indonesia Dibanding Tentara Negara Lain di Dunia

Jatuhnya Presiden Bashar al-Assad pada akhir 2024 membuat peta kekuatan di Timur Tengah berubah drastis. Peristiwa ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Suriah menjadi arena perang proksi antara berbagai kekuatan dunia sejak 2011. Setiap negara yang terlibat punya agenda dan kepentingan strategis yang berbeda-beda.

img_title 5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!

Pemahaman tentang dinamika konflik Suriah penting untuk memahami stabilitas regional Timur Tengah. Mari kita bahas mengapa negara-negara besar begitu tertarik dengan Suriah.

Informasi ini dilansir dari YouTube Repbulika Mahasiswa.

img_title Vietnam Juara, Ini 5 Negara Asia Tenggara Dengan Personil Militer Terbesar!

Rusia: Menjaga Pangkalan Militer dan Pengaruh Regional

Rusia sejak lama mendukung pemerintahan Assad dengan berbagai cara. Moskow memberikan dukungan militer langsung sejak September 2015 melalui kampanye udara intensif.

Tujuan utama Rusia adalah mempertahankan pangkalan militernya di Suriah. Selain itu, Rusia ingin menjaga pengaruhnya di Timur Tengah sebagai tandingan Amerika Serikat.

Iran: Membangun Koridor Strategis ke Lebanon

Iran memandang Suriah sebagai sekutu strategis dalam menghadapi Israel dan Arab Saudi. Tehran membutuhkan Suriah untuk mengirimkan senjata ke Hizbullah di Lebanon.

Lebih jauh lagi, Iran ingin membangun koridor pengaruh dari Iran hingga Lebanon melalui Irak dan Suriah. Strategi ini dikenal sebagai "Bulan Sabit Syiah" dalam geopolitik regional.

Turki: Mengatasi Ancaman Kurdi dan ISIS

Turki mendukung kelompok pemberontak non-Kurdi dalam konflik Suriah. Ankara khawatir dengan penguatan otonomi Kurdi yang bisa memicu separatisme di wilayahnya.

Selain itu, Turki juga ingin menghancurkan ISIS dan kelompok ekstremis lainnya. Kedua ancaman ini dianggap mengancam keamanan perbatasan dan kedaulatan Turki.

Amerika Serikat: Mengimbangi Pengaruh Rusia dan Iran

AS awalnya fokus menghancurkan ISIS di Suriah dan Irak. Namun, tujuan yang lebih besar adalah menggeser dominasi Rusia dan memblokade pengaruh Iran.

Washington juga ingin melindungi Israel dari ancaman milisi yang didukung Iran. Strategi ini sejalan dengan kebijakan AS untuk menjaga stabilitas sekutu di Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya
img_title