Tiga Negara Besar Ini Diam-Diam Jadi Pendukung Setia Iran, Siapa Saja?
- YouTube
Cianjur – Konflik Iran-Israel yang memanas beberapa bulan terakhir memunculkan polarisasi dunia. Banyak negara yang harus menentukan sikap dalam konflik yang melibatkan dua kekuatan besar Timur Tengah ini.
Yang menarik, ternyata ada tiga negara besar yang secara konsisten mendukung Iran. Ketiga negara ini memiliki alasan kuat untuk tidak menyukai campur tangan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia.
Dukungan ini bukan sekadar pernyataan politik semata. Mereka memberikan bantuan nyata mulai dari persenjataan hingga teknologi canggih untuk memperkuat posisi Iran.
Mari kita bahas satu per satu siapa saja negara-negara yang menjadi pendukung setia Iran. Fakta-fakta ini mungkin akan mengejutkan banyak orang.
Pertama: China sebagai Mitra Ekonomi dan Militer Utama
China menjadi pendukung terdepan Iran dengan berbagai bentuk dukungan. Negara Tirai Bambu ini secara resmi mengutuk serangan Israel ke konsulat Iran di Suriah.
Yang lebih mengejutkan, China diduga mengirimkan senjata kimia untuk pembuatan rudal Iran. Padahal hal ini melanggar resolusi PBB 2231 yang disahkan tahun 2015.
China merupakan pembeli minyak terbesar Iran dengan 1,53 juta barel per hari. Investasi China di Iran mencapai 400 miliar dollar AS atau setara Rp6.489 triliun.
Dalam bidang teknologi militer, China memberikan akses sistem navigasi satelit Beidou. Sistem ini mampu meningkatkan akurasi rudal yang diluncurkan Iran secara signifikan.
Kedua: Korea Utara dan Transfer Teknologi Nuklir
Korea Utara menunjukkan dukungan dengan mengirimkan delegasi ke Iran pada April 2024. Kunjungan Menteri Luar Negeri Yun J Ho ke Tehran menandai kerja sama yang semakin erat.
Sejak 1980-an, Korea Utara menjadi supplier senjata utama bagi Iran. Banyak rudal balistik Iran yang mirip dengan produk Korea Utara.
Rudal Shahab 3 Iran sangat mirip dengan rudal Nodong Korea Utara. Begitu pula rudal Haramsyah yang menyerupai rudal Musudan milik Pyongyang.
Yang paling mengkhawatirkan, Korea Utara diduga membantu transfer teknologi nuklir. Jika Iran berhasil meniru rudal Hwasong-18 dengan jangkauan 15.000 km, ini akan menjadi ancaman serius.
Ketiga: Rusia dengan Sistem Pertahanan Canggih
Rusia langsung mengecam serangan Israel dan menyebutnya pelanggaran hukum internasional. Kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara paling banyak disanksi dunia.