Untung Besar dari Perang Dagang Amerika Serikat-China, Negara-Negara Ini Ketiban Rezeki

Perang Dagang Amerika Serikat-China
Sumber :
  • YouTube

Cianjur – Perang dagang Amerika Serikat dan China yang dimulai tahun 2018 memang mengguncang ekonomi global. Namun di balik ribut-ribut tarif impor dan ekspor, ternyata ada negara-negara yang justru tersenyum lebar.

img_title Jet Intai SR-71 Blackbird Legendaris Amerika Serikat yang Mampu Terbang Lebih Cepat dari Rudal Musuh

Ketika Amerika mengenakan tarif tinggi terhadap produk China, perusahaan global mulai panik. Mereka butuh alternatif negara dengan biaya produksi rendah, infrastruktur baik, dan politik stabil.

Di sinilah negara-negara berkembang mendapat peluang emas yang tak pernah mereka bayangkan. Mereka jadi tujuan baru investasi manufaktur global yang kabur dari China.

img_title Iran Jatuhkan Tujuh Drone Israel Senilai Miliaran Dolar, Termasuk Heron TP!

Berikut lima negara yang paling untung dari perang dagang ini:

1. Vietnam - Juara Sejati Perang Dagang

img_title XF-108 Rapier Mach 3 Dibatalkan 1959, Rudal Nuklir Penghancur Pembom Soviet!

Vietnam adalah contoh paling nyata negara yang sukses mengambil peluang. Perusahaan raksasa seperti Apple, Samsung, Nike, dan LG mulai memindahkan pabriknya ke Vietnam.

Biaya tenaga kerja di Vietnam jauh lebih murah dibanding China. Data Bloomberg menunjukkan ekspor Vietnam ke Amerika naik lebih dari 35% dalam waktu satu tahun di 2019.

2. Meksiko - Untung Karena Dekat Amerika

Meksiko diuntungkan karena lokasinya yang dekat dengan Amerika Serikat. Sektor otomotif menjadi yang paling diuntungkan dengan banyak produsen mobil memperluas operasinya.

Ekspor barang elektronik dan rumah tangga dari Meksiko ke Amerika juga naik signifikan. Stabilitas hubungan bilateral membuat investor merasa nyaman berinvestasi di sana.

3. Bangladesh - Raja Tekstil Dunia

Bangladesh sudah dikenal sebagai eksportir tekstil terbesar dunia. Sejak perang dagang pecah, Bangladesh mendapat lonjakan permintaan dari pasar Amerika.

Dengan upah tenaga kerja sangat rendah dan pengalaman panjang di industri garmen, Bangladesh jadi alternatif ideal. Pabrik-pabrik mulai menambah kapasitas produksi dan menyerap lebih banyak pekerja.

4. India - Potensi Besar dengan Program Make in India

India memiliki potensi besar jadi pusat manufaktur dunia meski masih terhambat birokrasi. Pemerintah India gencar mendorong program "Make in India" untuk menarik investasi asing.

Apple sudah mulai merakit iPhone di India, langkah besar mengingat sebelumnya India hanya jadi pasar. Pasar domestik India yang besar membuatnya semakin menarik bagi investor global.

Halaman Selanjutnya
img_title