Rokok vs Vape, Mana yang Lebih Berbahaya? Ternyata Keduanya Punya Risiko!

Vape dan rokok
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Perdebatan antara rokok dan vape masih terus berlanjut. Banyak orang beralih ke vape dengan anggapan lebih aman untuk kesehatan.

img_title BNN RI Ungkap 4,15 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba, Generasi Muda Paling Rentan

Vape atau rokok elektrik mulai naik daun di Indonesia sejak 2019 dengan berbagai varian. Informasi ini diringkas langsung dari channel YouTube Daftar Populer.

Meskipun vape diklaim lebih aman dari rokok, bukan berarti vape tidak memiliki risiko kesehatan. Fakta menunjukkan kedua produk tetap berbahaya bagi tubuh manusia.

img_title BNNP Jabar Awasi Ketat Peredaran Obat Keras dan Liquid Vape Berisi Narkotika

Perbedaan Dasar Rokok dan Vape

1. Sumber Asap

img_title Teh Chamomile Ternyata Punya 7 Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatan Tubuh Kita

Asap rokok berasal dari pembakaran tembakau yang menghasilkan tar dan berbagai senyawa kimia berbahaya. Sedangkan vape menghasilkan asap dari penguapan liquid tanpa proses pembakaran.

2. Kadar Nikotin

Pengguna vape bisa mengatur kadar nikotin dalam liquid mulai dari 0-50 mg sesuai preferensi. Perokok tidak bisa mengatur nikotin dalam sebatang rokok karena ditentukan pabrikan yakni 1,2-3,8 mg per batang.

3. Variasi Rasa

Rokok hanya memiliki rasa tembakau dan kadang dicampur cengkeh atau bahan lain. Vape menawarkan pilihan rasa yang lebih beragam mulai dari rasa buah hingga rasa kue.

Sejarah Perkembangan Vape

1. Awal Penemuan (1930-1965)

Vape pertama kali ditemukan pada 1930 oleh Joseph Robinson melalui dokumen paten. Halbert A. Gilbert menjadi orang pertama yang mendapatkan paten dan mengembangkan vape di tahun 1965.

2. Era Modern (1978-2003)

Phil Ray mengembangkan vape di tahun 1978, diikuti berbagai inovator lain di tahun 1990-an. Hon Lik, pengusaha China, menciptakan rokok elektrik "Ruyan" di tahun 2003 yang menjadi batu loncatan industri vape modern.

3. Perkembangan Terkini

Kini berbagai merek vape membanjiri pasar dengan teknologi yang semakin canggih. Industri vape berkembang pesat seiring meningkatnya kesadaran akan bahaya rokok konvensional.

Risiko Kesehatan Vape

1. Kasus Amerika Serikat

Enam remaja Amerika dirawat di Wisconsin Hospital karena penyakit paru-paru tidak diketahui. Gejala yang dialami meliputi sesak napas, nyeri dada, bahkan pingsan setelah menggunakan vape.

2. Studi Inggris

New England Journal of Medicine melaporkan 53 pasien di Inggris mengalami penyakit pernapasan tidak diketahui. Gejala beragam mulai dari batuk, sesak napas, nyeri dada, hingga susah makan.

Halaman Selanjutnya
img_title