Kini Mengatur Keuangan Pribadi Menjadi Lebih Mudah, Hanya Dengan Cara ini!

Catatan keuangan
Sumber :
  • Pixabay

Cianjur – Banyak orang gagal bukan karena penghasilannya kecil, tapi karena tidak tahu ke mana uangnya pergi.

img_title Kisah Inspiratif Pahlawan Indonesia dalam Uang Rupiah yang Selalu Dikenang

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah membuat aset tracker pribadi.

Dengan ini, kamu bisa tahu berapa total aset, berapa hutang, dan berapa kekayaan bersih kamu setiap bulannya.

img_title Mengungkap Misteri di Balik Simbol Dolar dan Rencana Besar yang Tersembunyi

Untuk membuatnya, kamu hanya perlu satu aplikasi dan mulai menentukan beberapa kategori sebagai berikut:

  • Google Sheet
    Digunakan untuk mencatat semua aset dan liabilitas.
  • Kategori aset dan liabilitas
    Misalnya saham, cash, properti, dan hutang kartu kredit atau cicilan.
  • Tanggal cut-off tetap
    Misalnya setiap tanggal 25 untuk konsistensi pelaporan.
img_title 6 Perusahaan Raksasa Dunia, Mampu Kendalikan Kehidupan Kita Sehari-hari?

Langkah-langkahnya:

  1. Buat kolom untuk masing-masing kategori aset dan liabilitas.
  2. Masukkan nominal terbaru dari masing-masing kategori setiap bulan.
  3. Hitung total aset dikurangi total liabilitas untuk dapatkan net worth.
  4. Tambahkan kolom "refleksi bulanan" untuk mencatat perubahan atau kejadian penting.

Setelah tahu kondisi keuangan, langkah berikutnya adalah mengatur pengeluaran dengan spending cap.

Metode ini lebih fleksibel dibandingkan aturan 50/30/20 yang sering tidak relevan saat penghasilan naik.

Cukup tetapkan batas pengeluaran tetap, misalnya Rp20 juta per bulan, terlepas dari seberapa besar penghasilan kamu.

Dengan begitu, saat income naik, gaya hidup kamu tetap terjaga dan sisa uangnya bisa langsung diinvestasikan.

Investasi pun perlu disesuaikan dengan usia dan profil risiko.

Semakin muda kamu, semakin besar peluang ambil risiko karena waktu masih panjang untuk pulih dari kerugian.

Misalnya, usia 20–30 tahun bisa fokus ke saham, crypto, dan startup.

Sementara usia 40 tahun ke atas sebaiknya mulai perbesar porsi reksadana, obligasi, atau properti.

Tambahan penting lainnya: hindari hutang konsumtif sebisa mungkin.

Kalau bisa beli cash, lebih baik daripada cicilan, walau tawaran promo terlihat menarik.

Gunakan kartu kredit seperti kartu debit: bayar lunas setiap bulan dan cukup manfaatkan poinnya saja.

Terakhir, ingat bahwa hidup bukan lomba gaya, jadi kalau income naik, bukan berarti pengeluaran harus ikut naik.

Dengan menjaga selisih besar antara penghasilan dan pengeluaran, kamu sedang menciptakan ruang tumbuh untuk kekayaanmu.

Semakin besar selisih itu, semakin cepat kamu bisa merdeka secara finansial.