Sewa Rumah Bisa Lebih Menguntungkan Dibanding Beli, Ini Alasannya!
- id.pinterest.com
Cianjur – Banyak masyarakat Indonesia masih terperangkap dalam pemikiran bahwa sewa rumah adalah membuang-buang uang dan membeli rumah selalu menjadi pilihan yang lebih baik.
Namun, analisis keuangan yang mendalam menunjukkan bahwa snyewa rumah bisa jauh lebih menguntungkan secara finansial daripada membeli properti melalui skema KPR.
Perhitungan Finansial yang Mengejutkan
Berdasarkan perhitungan dengan asumsi harga rumah 1 miliar rupiah, dengan DP 20% atau sekitar 200 juta rupiah dan tenor KPR 15 tahun, pembeli rumah harus membayar angsuran sekitar 103 juta rupiah per tahun.
Total pembayaran selama 15 tahun mencapai 1,7 miliar rupiah, dengan bunga sekitar 700 juta rupiah yang hilang begitu saja.
Sementara itu, menyewa rumah dengan nilai yang sama hanya membutuhkan biaya sekitar 47 juta rupiah per tahun (berdasarkan yield sewa di Indonesia yang rendah, sekitar 4,77%).
Jika uang DP 200 juta dan selisih antara biaya sewa dan angsuran diinvestasikan di instrumen yang memberikan return 12% per tahun seperti IHSG, maka dalam 15 tahun bisa menghasilkan sekitar 2,7 miliar rupiah.
Yield Sewa yang Rendah di Indonesia
Salah satu faktor yang membuat sewa rumah di Indonesia lebih menguntungkan adalah yield sewa yang rendah.
Kesenjangan sosial yang cukup besar antara orang kaya dan masyarakat umum membuat harga properti terus meningkat karena orang-orang kaya mampu membeli banyak properti sekaligus sebagai investasi.
Namun, pendapatan masyarakat menengah ke bawah tidak meningkat secepat harga properti, sehingga properti tersebut tidak bisa disewakan dengan harga tinggi.
Yield sewa baru akan meningkat jika pemerataan ekonomi terjadi di Indonesia.
Pentingnya Berpikir Kritis dalam Keputusan Properti
Meskipun secara finansial menyewa rumah bisa lebih menguntungkan, aspek psikologis dan emosional tetap menjadi pertimbangan penting dalam membeli rumah.
Banyak orang membeli rumah sebagai impian dan jaminan masa depan, terutama untuk keluarga.
Keputusan untuk membeli atau menyewa rumah harus didasarkan pada kapasitas finansial dan perencanaan yang matang, bukan semata-mata karena stigma bahwa "menyewa itu sia-sia".
Menyewa rumah bukanlah pemborosan uang jika diimbangi dengan kedisiplinan berinvestasi.