Deretan Tank Tempur TNI Tangguh dari Zaman Dulu Hingga Sekarang, Tetap Gahar dan Aktif!
- Youtube.com
Cianjur – Tank tempur selalu jadi bagian penting dalam kekuatan militer Indonesia. TNI telah mengoperasikan berbagai jenis tank sejak era 60-an.
Deretan kendaraan tempur ini punya sejarah panjang di medan tugas. Dari amfibi sampai tank ringan, semuanya pernah memperkuat pertahanan TNI.
Meski beberapa tergolong lawas, tank-tank ini tidak ditinggalkan begitu saja. TNI terus melakukan modernisasi biar tetap relevan dan siap tempur.
Di balik kekuatan militer Indonesia, ada deretan tank tempur yang masih aktif dan berfungsi baik. Mereka jadi bukti nyata bahwa usia tidak menentukan performa.
1. PT-76, Tank Amfibi Tua yang Tetap Aktif
Tank ini masuk TNI sejak era 60-an. Buatan Uni Soviet, tapi kini sudah dimodernisasi total. Kecepatan daratnya 44 km/jam, dan bisa nyebur ke air sampai 10,2 km/jam.
Persenjataan lamanya diganti. Kini pakai meriam 90 mm plus sistem penglihatan modern. Mesin baru Detroit Diesel bikin tenaga naik ke 300 hp. Ada 86 unit yang masih aktif.
2. AMX-13, Tank Prancis yang Masih Diandalkan
Tank ringan buatan Prancis ini juga masuk sejak tahun 60-an. Dipakai TNI AD, bentuknya ramping dan cocok buat manuver cepat. Awalnya pakai meriam 75 mm.
Sekarang banyak yang sudah dimodernisasi. Meriam diganti ke 105 mm. Mesinnya juga pakai diesel baru. Tercatat masih ada 275 unit aktif dalam berbagai varian.
3. Scorpion, Lincah dan Tetap Ganas
Tank kecil buatan Inggris ini mulai dipakai TNI sejak tahun 80-an. Kecepatan maksimumnya 76 km/jam. Ditenagai mesin diesel BTI 5 bertenaga 190 hp.
Tahun 2017, tank ini dapat upgrade besar. Mulai dari kamera termal, sistem balistik, sampai sistem track-nya. Sekarang, masih ada sekitar 90 unit yang aktif di TNI AD.
Tank tempur lama TNI tidak bisa diremehkan. Meski usia mereka tidak muda lagi, modernisasi bikin performa tetap bisa diandalkan. Tetap solid, tetap tempur!
Deretan tank tempur TNI ini menunjukkan kekuatan militer Indonesia yang tidak bisa diremehkan. Modernisasi terus dilakukan demi menjaga dominasi tempur TNI di lapangan.